Iran Diduga Kenakan Tarif Rp 33 M untuk Kapal Melintasi Selat Hormuz

Iran Diduga Kenakan Tarif Rp 33 M untuk Kapal Melintasi Selat Hormuz
Sejak perang antara Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran meningkat, hanya sedikit kapal yang berani melintasi Selat Hormuz. (AP Photo/Rafiq Maqbool, File))

Teheran,sorotkabar.com – Iran dikabarkan mulai mengenakan biaya transit terhadap sejumlah kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Kebijakan ini menandai semakin besarnya pengaruh rezim Iran atas salah satu jalur energi maritim paling penting di dunia tersebut. 

Mengutip Bloomberg, Kamis (26/3/2026), tarif yang diminta dilaporkan mencapai sekitar US$ 2 juta atau sekitar Rp 33 miliar per perjalanan dan dikenakan secara ad hoc (tujuan khusus). Pungutan tersebut secara efektif menciptakan biaya informal bagi kapal yang melintas di jalur perairan strategis tersebut.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui masalah transaksi sensitif tersebut, beberapa kapal telah melakukan pembayaran. Namun, mekanisme bagaimana pembayaran tersebut belum jelas, termasuk mata uang yang digunakan ketika transaksi dan pihak yang menerima pembayaran. Selain itu, sistemnya juga disebut belum diterapkan secara konsisten.

Pembayaran ini menunjukkan besarnya pengaruh Iran terhadap Selat Hormuz, jalur vital yang setiap harinya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, serta berbagai komoditas lain seperti makanan, logam, dan bahan baku industri.

Isu tarif ini mencuat di tengah perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran yang telah memasuki pekan keempat. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran pada akhirnya mengakibatkan efek domino, kebutuhan mendesak sejumlah negara konsumen energi untuk memastikan kelancaran pasokan energi global dan krisis energi. 

Sumber yang mengetahui perkembangan tersebut menyebutkan proses pembayaran dilakukan secara diam-diam. Minimnya transparansi dan ketidakpastian mengenai kapal mana yang akan menjadi target berikutnya menambah ketegangan baru bagi jalur pelayaran internasional tersebut.

Sejak konflik meningkat, hanya sedikit kapal yang berani melintasi Selat Hormuz. Sebagian besar di antaranya disebut memiliki keterkaitan dengan Iran, sementara kapal lainnya memilih jalur pelayaran yang lebih dekat dengan garis pantai Iran.

Sementara itu, India yang sebelumnya berhasil mengizinkan empat kapal pengangkut gas minyak cair keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz menegaskan hukum internasional menjamin kebebasan navigasi di selat tersebut.

Pemerintah India menyatakan tidak ada satu pun pihak yang berhak mengenakan biaya untuk penggunaan jalur perairan internasional tersebut. 

“Memastikan Selat Hormuz tetap terbuka, aman, dan mudah diakses sangat penting bagi seluruh dunia,” tulis Perdana Menteri Narendra Modi melalui akun media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait laporan tarif Selat Hormuz tersebut. Kondisi ini terjadi di tengah pembatasan telekomunikasi dan akses internet yang diberlakukan pemerintah Iran.

Meski pungutan tersebut saat ini masih bersifat kasus per kasus, Iran sebelumnya disebut telah mengungkapkan ide penerapan biaya transit sebagai bagian dari kemungkinan kesepakatan pascaperang. Pekan lalu, seorang anggota parlemen Iran menyatakan parlemen sedang mendorong proposal yang mewajibkan negara-negara membayar Iran untuk menggunakan Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran yang aman.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index