Khawatir Mobil F1 Loyo di Tikungan, FIA Ubah Batas Energi di Suzuka

Khawatir Mobil F1 Loyo di Tikungan, FIA Ubah Batas Energi di Suzuka
Mobil-mobil F1 saat melewati tikungan. (RacingNews365/RacingNews365)

Suzuka,sorotkabar.com –  Federasi Otomotif Internasional (FIA) resmi memberlakukan batas energi yang lebih rendah untuk unit daya baru Formula 1 (F1) di Grand Prix Suzuka, 27-29 Maret 2026.

Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran bahwa aturan sebelumnya dapat merusak tontonan kualifikasi di sirkuit legendaris Jepang tersebut

Awalnya, para pembalap diizinkan mengisi ulang baterai mereka hingga laju maksimum 9 megajoule (MJ) per putaran di Suzuka. Namun, FIA kini memangkas angka tersebut menjadi 8MJ. Jumlah ini lebih mendekati batas 7MJ yang digunakan pada balapan pembuka musim di Melbourne.

Keputusan FIA ini berakar dari pengalaman pahit pada seri-seri awal. Aturan energi sebelumnya memaksa pembalap menghemat energi secara drastis, bahkan saat kualifikasi. Akibatnya, mereka tidak bisa memacu mobil hingga batas maksimal di tikungan kecepatan tinggi, seperti tikungan sembilan.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa tikungan-tikungan menantang F1 akan kehilangan taringnya akibat peraturan tahun 2026. Area ikonik seperti Esses di Suzuka, tikungan Degner, dan Spoon terancam "melemah". Dengan batas energi baru ini, FIA berharap dapat mengurangi taktik pembalap yang mengangkat pedal gas demi menghemat baterai.

FIA menyebut pengurangan 11% itu sebagai "penyesuaian kecil" dan mengeklaim kelima produsen unit daya F1 mendukung perubahan tersebut. "Penyesuaian ini merefleksikan masukan pembalap dan tim, yang menekankan kualifikasi sebagai tantangan performa," tulis FIA dalam pernyataan resminya.

Namun, tidak semua pihak sepakat. Pembalap Haas, Oliver Bearman, menilai perubahan ini justru akan mengurangi performa mobil secara keseluruhan. Ia berpendapat solusi yang lebih baik adalah mengizinkan pembalap menggunakan lebih banyak energi saat melaju penuh.

"Ini malah membuat kami semakin lambat," keluh Bearman.

Menurutnya, pembalap masih harus mengisi ulang energi dan menghabiskan banyak waktu tanpa tenaga karena kehilangan 1 MJ dibandingkan data simulator sebelum tiba di Suzuka.

Terlepas dari kritik pembalap mengenai sifat balapan yang dinilai semakin artifisial, FIA belum mengubah parameter unit daya untuk grand prix. Namun, mereka mengindikasikan kemungkinan adanya perubahan lebih lanjut.

“Seri pertama di bawah peraturan tahun 2026 telah berhasil secara operasional,” lanjut pernyataan FIA. Penyempurnaan ini disebut sebagai bagian dari proses optimasi normal serta validasi kerangka peraturan baru dalam kondisi dunia nyata.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index