Jamaah Wanita Turki Lempari Saf Laki-Laki dengan Jilbab Karena Diam Saja Saat Al Aqsa Ditutup Israel

Jamaah Wanita Turki Lempari Saf Laki-Laki dengan Jilbab Karena Diam Saja Saat Al Aqsa Ditutup Israel
EPA/ALAA BADARNEHIsrael tutup paksa Masjid Al-Aqsa.

Istanbul, sorotkabar.com — Penutupan Masjid Al Aqsa di Palestina oleh militer penjajah Zionis Israel mengundang kecaman dari seluruh dunia. Di Turki, warga dan jamaah perempuan berbondong-bondong ke Masjid al-Fatih Istanbul memprotes penutupan Baitul Maqdis saat Ramadhan.

Muslimah Turki itu masuk ke dalam Masjid al-Fatih lalu melempari berbagai pernak-pernik perempuan ke jamaah laki-laki yang akan melaksanakan sholat tarawih sebagai ejekan karena tak melakukan aksi apapun dalam membela Al Aqsa yang kini dalam penguasaan Zionis Israel.

Quds News Network melaporkan, penutupan Al Aqsa oleh penjajahan Zionis Israel membuat warga Muslim di Palestina tak dapat melangsungkan sholat tarawih berjamaah di areal kiblat pertama umat Islam itu.

Aksi para perempuan di Masjid al-Fatih di Istanbul itu, sebagai desakan kepada para laki-laki Turki dalam melakukan sesuatu untuk pembebasan Al Aqsa. Selama sholat tarawih di Masjid al-Fatih di Istanbul, para perempuan melemparkan jilbab-jilbab mereka ke arah barisan (saf jemaah) laki-laki yang akan melaksanakan sholat tarawih.

"Aksi perempuan-perempuan Turki itu, sebagai bentuk protes terhadap penutupan Al Aqsa oleh pendudukan Israel yang hingga kini terus berlanjut,” begitu tulis laporan Quds News Network, Selasa (17/3/2026).

“Aksi perempuan-perempuan Turki di Masjid al-Fatih itu mempertanyakan sikap para laki-laki yang tidak berbuat apa-apa (untuk membebaskan Al Aqsa), menyatakan bahwa Al Aqsa membutuhkan laki-laki sejati,” sambung laporan itu

Penjajah Zionis Israel sejak beberapa hari lalu menutup akses umat Islam di Palestina untuk dapat beribadah di Al Aqsa. Penutupan tersebut, dilakukan pada saat umat Islam sekarang ini masih menjalani ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan.

Alhasil, umat Islam di Palestina, tak dapat melaksanakan ibadah sholat wajib, maupun sunnah tarawih di Masjid Al Aqsa yang merupakan tempat ibadah tersuci ke-3 bagi umat Islam itu.

Penutupan akses ke Masjid Al Aqsa itu dilakukan Zionis Israel dengan mengerahkan personel militernya, juga dibantu dengan prajurit-prajurit militer yang mengenakan atribut-atribut Amerika Serikat (AS). Penutupan Masjidil al-Aqsha itu juga dilakukan ketika Israel-AS yang saat ini sedang berperang dengan Republik Islam Iran.

Pemerintah Turki sebelumnya mengingatkan negara-negara komunitas Muslim di seluruh dunia untuk bertindak terhadap Zionis Israel yang menutup akses umat Islam ke Masjid Al Aqsa di Palestina belakangan ini.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki, Hakan Fidan mengatakan, otoritas zionis tak punya kedudukan hukum menutup Al Aqsa bagi umat Islam di Palestina. Turki mengecam penutupan kiblat pertama umat Islam oleh Zionis Israel itu.

Fidan mengatakan, penutupan akses ke Masjid Al Aqsa bagi umat Islam itu, bentuk berulang kejahatan Zionis Israel dan merupakan tindakan provokatif.

“Penutupan Masjid Al Aqsa oleh Israel untuk beribadah, adalah perbuatan yang sangat berbahaya. Provokasi berbahaya yang dilakukan Israel ini harus segera dihentikan.

Mereka (Zionis Israel) semestinya melakukan penghormatan terhadap tempat-tempat suci yang merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat manusiam,” kata Fidan seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (14/3/2025).

“Kami (Turki) menyerukan kepada komunitas internasional, dan negara-negara Islam untuk bertindak. Aktor-aktor global harus mengambil langkah-langkah yang sangat mendesak sebagai tanggapan serius atas kejahatan Israel yang terus dilakukan,” kata dia melanjutkan.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index