Bengkalis,sorotkabar.com– Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis Edi Sakura memastikan Festival Lampu Colok tahun 2026 tidak dilaksanakan.
Meski demikian, Edi menegaskan tradisi lampu colok tetap diharapkan berjalan di tengah masyarakat karena merupakan budaya yang sudah mengakar di Kabupaten Bengkalis.
“Lampu colok tetap dilaksanakan oleh masyarakat seperti biasa. Hanya saja tahun ini dari Disparbudpora tidak mengadakan perlombaan maupun memberikan hadiah bagi yang terbaik,” ujar Edi Sakura, Kamis (5/3/2026).
Kadisparbudpora menjelaskan, keputusan tersebut diambil karena kondisi efisiensi anggaran, sehingga kegiatan festival, termasuk pemberian uang pembinaan, untuk sementara tidak dapat dilaksanakan.
“Ya, tidak dilombakan karena efisiensi. Termasuk uang pembinaan juga tidak ada tahun ini,” jelasnya.
Meski tanpa perlombaan, pihaknya tetap berencana melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi lampu colok yang dilaksanakan masyarakat. Menurutnya, saat ini Disparbudpora masih mencari desa atau kelurahan yang bersedia dikunjungi sebagai lokasi pembukaan secara simbolis.
“Kami masih mencari tempat, desa atau kelurahan yang kira-kira bersedia didatangi. Nanti kami datang untuk pembukaan, kemungkinan juga Bupati akan berkunjung ke beberapa lokasi lampu colok,” katanya.
Edi menegaskan, meskipun tidak difasilitasi dalam bentuk festival, tradisi lampu colok diyakini tetap akan berlangsung karena sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Bengkalis.
“Ini merupakan tradisi masyarakat yang juga masuk dalam warisan budaya tak benda. Kita percaya tradisi ini tidak akan hilang di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Selama ini, lanjut Edi, pemerintah daerah menggelar festival lampu colok untuk semakin menyemarakkan tradisi tersebut melalui pembinaan dan pemberian hadiah.
“Sekarang kondisi belum memungkinkan. Insya Allah tahun depan kita laksanakan kembali,”pungkasnya.(*)