Oksigen Menipis, Ribuan Ton Ikan di Danau Maninjau Mati

Oksigen Menipis, Ribuan Ton Ikan di Danau Maninjau Mati
Bangkai ikan keramba jaring apung Danau Maninjau Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam mati secara massal. (Antara/Yusrizal/ beritasatu)

Lubuk Basung,sorotkabar.com - Kematian ikan kembali menghantam Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sepanjang 2025, sebanyak 1.428,73 ton ikan keramba jaring apung milik petani dilaporkan mati massal. Penyebabnya, oksigen di danau menipis.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Rosva Deswira menyebut, kematian ikan terjadi bertahap sejak Januari hingga Desember 2025. Sebaran terbesar ada di Nagari Koto Gadang Anam Koto dan Sungai Batang, disusul Duo Koto, Maninjau, serta Tanjung Sani.

Menurut Rosva, kematian ikan paling parah terjadi di akhir 2025, bersamaan dengan banjir bandang dan cuaca ekstrem. Angin kencang dan hujan lebat memicu pembalikan massa air danau, sehingga endapan sisa pakan naik ke permukaan.

Kondisi itu membuat oksigen di dasar danau berkurang drastis. Ikan pun naik ke permukaan untuk mencari udara. Namun dalam hitungan jam, ikan tidak bertahan dan mati.

"Ikan mati secara massal akibat kekurangan oksigen dan petani mengalami kerugian cukup besar," katanya dilansir dari Senin (2/2/3036).

Akibat peristiwa ini, ratusan petani keramba mengalami kerugian besar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 35,7 miliar, dengan harga ikan di tingkat petani sekitar Rp 25.000 per kilogram. Pada Januari 2026, kematian ikan masih terjadi meski dalam skala lebih kecil, sekitar 5 ton.(*) 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index