Sriwijaya FC Diminta Ganti Rugi Usai Fasilitas Stadion Rusak Saat Ricuh Suporter

Sriwijaya FC Diminta Ganti Rugi Usai Fasilitas Stadion Rusak Saat Ricuh Suporter
Suporter Sriwijaya FC meluapkan kekesalan usai klub kebanggaan mereka kalah dari Sumsel United (Foto: Alyuda Tri Utama/detik)

Palembang,sorotkabar- Sriwijaya FC diminta untuk mengganti rugi usai fasilitas stadion rusak saat terjadi ricuh suporter.

Pengelola Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang mengestimasikan kerugian mencapai puluhan juta Rupiah.
Diketahui, insiden ricuhnya suporter terjadi usai laga Sriwijaya FC Vs Sumsel United pada Sabtu (24/1/2026) lalu.

Direktur Pemasaran dan Operasional PT Jakabaring Sport City (JSC) Geri Radityo Suparudin mengatakan telah menginventarisir kerusakan yang terjadi pada fasilitas stadion. Kerusakan terjadi pada kursi, akrilik, dan tangga darurat di tribun utara dan selatan.

"Kerusakan pasca pertandingan itu berupa kursi yang dilempar ke lapangan sebanyak 36 buah di tribun utara dan selatan, akrilik bench pemain pecah 2 titik, pagar dalam akses penonton tribun timur lepas 1 buah," kata Geri saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).

"Tangga darurat (Staircase) di tribun utara patah pada roda penyangga 1 unit, kursi penonton tribun utara rusak dan lepas 34 unit, dan kursi penonton tribun selatan rusak dan lepas 21 unit," sambungnya.

Dia menyebut, inventarisir pendataan yang telah dilakukan pihaknya telah mendapati nilai kerugian yang harus diganti oleh Sriwijaya FC.

"Kemarin sore sudah kita dapat estimasi biaya kerugiannya. Nilainya puluhan juta Rupiah, tak sampai Rp 50 juta," ungkapnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan surat terkait insiden yang membuat fasilitas stadion rusak kepada manajemen Sriwijaya FC. Rencananya Rabu (28/1) ini surat diantarkan ke pihak manajemen.

"Iya, hari ini kita akan bersurat ke Management Sriwijaya FC untuk penggantian hal tersebut," ungkapnya.

Hal senada dikatakan Direktur Utama PT JS Meina Fatriani Paloh menyatakan pihaknya sangat menyayangkan insiden kericuhan yang melibatkan suporter setelah pertandingan berakhir.

"Peristiwa ini tentu sangat kita sesalkan. Stadion Gelora Sriwijaya adalah aset dan kebanggaan bersama masyarakat Sumatera Selatan, sehingga sudah seharusnya dijaga oleh semua pihak," katanya.

Dia menegaskan bahwa PT JSC akan menempuh langkah sesuai dengan perjanjian kerja sama (PKS) yang telah disepakati antara pengelola stadion dan pihak klub.

"Untuk kejadian ini, kami akan meminta pertanggungjawaban dari manajemen Sriwijaya FC sesuai dengan PKS yang berlaku antara JSC dan SFC," jelasnya.

Meina juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan manajemen Sriwijaya FC telah dilakukan tak lama setelah kejadian.

Dalam komunikasi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pendataan serta estimasi kerusakan fasilitas stadion.

"Kami sudah berkomunikasi langsung dengan manajemen SFC. Saat ini kami sedang menghitung estimasi biaya kerusakan yang ditimbulkan akibat kericuhan tersebut," katanya.

Diketahui, kericuhan itu terjadi akibat kekalahan Sriwijaya FC atas Sumsel United dengan skor telak 0-5. Suporter Sriwijaya FC masuk ke lapangan karena kecewa klub kebanggaan warga Sumsel itu meraih hasil buruk.

Laga Sumsel United melawan Sriwijaya FC digelar di Stadion Gelora Sriwijaya pada, Sabtu (24/1/2026) sore. Saat kericuhan terjadi, suporter juga melakukan pelemparan sejumlah barang dari botol hingga kursi penonton.

Tak hanya itu, adu pukul dan pelemparan juga terjadi pada petugas lapangan yang mencoba menenangkan dan menghalau suporter untuk turun ke lapangan. Para suporter yang kecewa sempat ditenangkan para pemain Sriwijaya FC dan team official.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index