Jakarta,sorotkabar.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengeklaim kebijakan penyerapan gabah padi petani semua kualitas (any quality) memberikan keuntungan bagi petani di Indonesia hingga Rp 132 triliun.
Amran mengaku, nilai manfaat yang diterima petani besar dengan serapan semua kualitas. Sebab, seluruh kualitas gabah dibeli dan dihargai dengan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah petani menjadi Rp 6.500 per kilogram (kg).
"Jika gabah semua kualitas tidak diserap dengan harga Rp 6.500 per kg, petani berpotensi bangkrut karena masih harus menanggung biaya lainnya seperti cicilan kredit.
Jadi, diputuskan penyerapan gabah semua kualitas. Terlebih, jumlah gabah rusak yang menyebabkan kerugian hanya sekitar 1–2 ton dari jutaan ton yang diserap pemerintah. Kita kelihatan kehilangan Rp 77 miliar, tetapi negara untung, rakyat untung Rp 132 triliun," ucap Amran.
Pada 2026 ini, pemerintah menargetkan menyerap empat juta ton gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kg. Penyerapan melalui Perum Bulog tersebut, jika terealisasi, akan menjadi sejarah baru bagi Indonesia.
Amran optimistis target itu tercapai, terlebih luas tanam pada Oktober-Desember 2025 mencapai 400.000-500.000 hektare.
"Kita target serap gabah beras tahun 2026 itu empat juta ton. Itu target Bulog. Kita kolaborasi, kerja sama, insyaallah mudah-mudahan ini tercapai," kata Amran.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menilai langkah menuju penyerapan empat juta ton sudah sesuai jalur. Pencapaian 2025 menjadi acuan untuk hasil yang lebih baik pada tahun ini. Ia berharap target pada tahun ini tidak akan dihadapi oleh kendala.
"Salah satu pencapaian yang sudah kita raih kemarin adalah swasembada pangan pada 2025 dan itu kita pertahankan. Targetnya bukan hanya swasembada, tetapi bisa ekspor," kata Sudaryono.(*)