Ketegangan Politik Warnai Laga Timnas Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026, Penonton Hina Lagu Kebangsaan Team Melli

Senin, 22 Juni 2026 | 18:51:30 WIB
Timnas Iran di Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram/teammellifootball)

Los Angeles,sorotkabar.com – Ketegangan sempat terjadi ketika laga Tim Nasional (Timnas) Iran vs Belgia di Piala Dunia 2026 berlangsung, tepatnya di Stadion SoFi, Los Angeles, pada Senin (22/6/2026) dini hari WIB. Momen itu terjadi saat lagu kebangsaan Iran dikumandangkan menjelang laga kedua Grup G melawan Belgia.

1. Lagu Kebangsaan Iran Dihina
Sama seperti pertandingan pekan lalu saat Team Melli –julukan Timnas Iran– ditahan Selandia Baru 2-2, cemoohan kembali menggema di sekeliling Stadion SoFi saat lagu kebangsaan Iran diputar. Meski tidak diketahui pasti kelompok suporter mana yang memulai, kehadiran penonton netral asal Amerika Serikat diduga kuat ikut memicu reaksi keras tersebut, mengingat konflik geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan terus mendominasi pemberitaan menjelang turnamen musim panas ini.

Di luar lapangan, situasi internal Iran tidak kalah pelik. Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, mengungkapkan rasa frustrasinya dan mengaku merasa dirampok oleh perlakuan penyelenggara Piala Dunia. Skuad Iran baru bisa mendarat di Los Angeles pada Sabtu siang waktu setempat setelah FIFA gagal menyelesaikan kekacauan jadwal penerbangan mereka tepat waktu.

Ghalenoei bahkan mengklaim dirinya merasa dikucilkan oleh 47 pelatih negara peserta lainnya di turnamen ini.

"Kami menghadapi banyak sekali tantangan, terutama di luar lapangan. Saya sempat melemparkan pertanyaan kepada 47 pelatih lainnya, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang memberikan respons,” ungkap Ghalenoei, dilansir dari Yahoo Sports, Senin (22/6/2026).

2. Iran Merasa Dikucilkan
Ketika ditanya apakah ia merasakan solidaritas dari negara lain, Ghalenoei menjawab dengan ketus. Ia menilai para pelatih lain tak menunjukkan dukungan sama sekali dengan kehadiran Iran di Piala Dunia 2026 tersebut.(*)

Halaman :

Terkini