Di Kinabalu, Padre Marco Temukan Kemiripan Islam Sabah dan Indonesia

Jumat, 19 Juni 2026 | 19:02:33 WIB
Staf Dikasteri Dialog Antaragama Takhta Suci Vatikan, Pater Markus Solo Kewuta SVD (ketiga dari kanan) saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 Para Tokoh Agama Sedunia di Kuala Lumpur, Rabu 17 Juni 2026. (Beritasatu.com/Istimewa)

Kota Kinabalu,sorotkabar.com — Staf Dikasteri Dialog Antaragama Takhta Suci Vatikan, Pater Markus Solo Kewuta SVD atau yang akrab disapa Padre Marco, menilai masyarakat muslim di Sabah, Malaysia, memiliki karakter yang sangat mirip dengan umat Islam di Indonesia.

Menurutnya, keramahan, keterbukaan, dan kesantunan menjadi nilai yang sama-sama menonjol di kedua wilayah tersebut.

Pengalaman itu dirasakannya saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Masjid Negeri Sabah di Kota Kinabalu. Kunjungan tersebut dilakukan di sela kehadirannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 Para Tokoh Agama Sedunia di Kuala Lumpur yang diselenggarakan melalui kerja sama Liga Muslim Dunia yang berbasis di Riyadh, Arab Saudi, dan Pemerintah Malaysia.

"Kami menerima sambutan yang sangat hangat. Ada dialog, sesi tanya jawab, pembahasan berbagai isu, peluang kerja sama, hingga makan siang bersama yang difasilitasi oleh tim Masjid Negeri Sabah," ujar Padre Marco, Rabu (17/6/2026).

Salah satu hal yang paling berkesan bagi Padre Marco adalah kemiripan bahasa yang digunakan masyarakat Sabah dengan bahasa Indonesia. Menurutnya, kesamaan bahasa tersebut membuat komunikasi berlangsung lebih cair dan akrab.

Awalnya, pertemuan dibuka dengan bahasa Inggris. Namun, setelah mengetahui dirinya berasal dari Indonesia, tuan rumah langsung beralih menggunakan bahasa Melayu.

"Saya membuka dengan sedikit bahasa Arab dan bahasa Inggris, lalu seluruh percakapan berlanjut dalam bahasa Indonesia. Mereka sangat antusias karena bisa memahami bahasa Indonesia dengan baik," ungkapnya.

Ia menjelaskan, penggunaan bahasa Melayu di wilayah Sabah dan kawasan Borneo secara umum memiliki kemiripan yang lebih kuat dengan bahasa Indonesia dibandingkan bahasa Melayu yang digunakan di Semenanjung Malaysia.(*)

Halaman :

Terkini