AS Perketat Keamanan Siber dan Rahasia Negara, Trump Teken Aturan Baru

Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:09:34 WIB
Pemerintah Amerika Serikat tengah memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur digital yang berkaitan dengan keamanan nasional, (AP Photo/Patrick Semansky/ File)

Washington,sorotkabar.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani memorandum presiden yang menetapkan pedoman baru keamanan siber untuk sistem keamanan nasional atau National Security Systems (NSS) yang menangani informasi rahasia negara.

Dokumen yang ditandatangani pada Jumat (12/6/2026) waktu setempat dan dikirim kepada para pejabat senior di seluruh pemerintahan AS sebagai salah satu usaha Washington memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur digital yang berkaitan dengan keamanan nasional, melansir Antara.

Dalam pernyataannya, Gedung Putih menjelaskan memorandum tersebut bertujuan menciptakan tata kelola yang lebih jelas terhadap sistem keamanan nasional, termasuk pembagian kewenangan, peran, dan tanggung jawab bagi instansi yang mengelola maupun mengoperasikan sistem tersebut.

"Menetapkan struktur, wewenang, peran, dan tanggung jawab yang jelas untuk tata kelola NSS dan akuntabilitas terhadap persyaratan keamanan siber NSS bagi pemilik dan operatornya," demikian pernyataan Gedung Putih, dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu (13/6/2026).

Kebijakan baru ini juga merombak struktur Komite Sistem Keamanan Nasional dan menjadi langkah modernisasi pertama AS terhadap lembaga tersebut dalam lebih dari tiga dekade terakhir.

Selain melakukan pembaruan organisasi, Komite Sistem Keamanan Nasional juga diberi mandat untuk menyusun standar dasar keamanan siber yang berlaku bagi seluruh sistem keamanan nasional di lingkungan pemerintah federal.

Komite juga akan bertanggung jawab meningkatkan koordinasi antarlembaga serta memastikan penerapan sistem pertahanan siber yang memadai untuk melindungi berbagai jaringan dan infrastruktur strategis pemerintah.

"Persyaratan dasar keamanan siber bagi semua NSS serta meningkatkan akuntabilitas dan koordinasi antarlembaga guna menerapkan pertahanan siber yang diperlukan di seluruh NSS,” bunyi memorandum.

Dalam struktur barunya, pihak komiter bertugas mengawasi seluruh sistem keamanan nasional yang digunakan pemerintah federal. Selain itu, komite juga berwenang mengeluarkan arahan keamanan yang mengikat bagi para operator sistem, sekaligus memperkuat koordinasi dan pertukaran informasi antarlembaga pemerintah.

Gedung Putih menyebut Direktur Badan Keamanan Nasional AS (NSA) akan memimpin komite tersebut. Dengan posisi itu, NSA diharapkan dapat memanfaatkan seluruh kemampuan teknis yang dimilikinya untuk mendukung penguatan keamanan siber pemerintah.

"Memanfaatkan kekuatan teknis penuh lembaga itu untuk menyediakan pertahanan dan bantuan canggih guna memperkuat keamanan NSS di seluruh pemerintahan AS," tutup pernyataan Gedung Putih.(*)

Halaman :

Terkini