Tarif 10 Persen dari AS Dinilai Masih Terkendali, Uni Eropa Khawatir Eskalasi

Kamis, 04 Juni 2026 | 19:21:13 WIB
Ilustrasi - Pertemuan para pemimpin Uni Eropa dan pejabat negara Eropa. (ANTARA/Anadolu/py/am)

Moskow,sorotkabar.com - Para pejabat Eropa meyakini bahwa Uni Eropa dapat menghadapi tarif baru sebesar 10 persen atas ekspor ke Amerika Serikat, namun mereka khawatir tarif tersebut dapat meningkat jauh lebih tinggi, lapor Politico.

Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Selasa (2/6), mengindikasikan bahwa Washington ingin memberlakukan tarif tambahan sebesar 10 persen dan 12,5 persen terhadap barang dari lebih dari 60 negara yang, menurut AS, tidak melakukan cukup upaya untuk memerangi penggunaan tenaga kerja paksa.

Politico, Rabu (3/6), melaporkan para pejabat Eropa secara tertutup menyatakan Uni Eropa masih dapat bertahan dengan tarif sebesar 10 persen. Namun, mereka khawatir penyelidikan perdagangan berikutnya yang dilakukan AS dapat berujung pada penerapan tarif yang jauh lebih tinggi.

Seorang pejabat mengatakan bahwa usulan Washington mengenai tarif 10 persen "kurang lebih" dapat diterima, namun Uni Eropa masih menunggu rincian lebih lanjut.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, Rabu, mengatakan kepada wartawan bahwa langkah tersebut memang telah direncanakan Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir.

"Hal itu menempatkan kami pada posisi di mana, sekali lagi, kami masih akan memiliki kesepakatan perdagangan terbaik dibandingkan mitra dagang AS lainnya," kata Carney.

Pada 2025, Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif impor tambahan terhadap barang dari seluruh negara. Namun, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Trump tidak memiliki kewenangan untuk melakukan hal tersebut karena keputusan terkait perdagangan harus dibuat secara eksklusif oleh Kongres.

Akibat putusan tersebut, anggaran federal AS kini diwajibkan mengembalikan sekitar 159 miliar dolar AS yang telah dipungut dari bea masuk tersebut.(*)

Halaman :

Terkini