Derasnya Arus Digital, Pemprov Riau Ajak Generasi Muda Terapkan Nilai-nilai Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 19:53:25 WIB
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau, Boby Rachmat

Pekanbaru,sorotkabar.com - Momentum Hari Pancasila, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau Riau mengajak generasi Z dan Alpha menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi, agar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Hal ini seiring perkembangan digitalisasi yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

Pemprov Riau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau terus mengingatkan pentingnya penerapan nilai Pancasila di tengah kehidupan era digitalisasi. Edukasi mengenai bijak bermedia sosial dan menjaga persatuan bangsa juga terus digencarkan kepada masyarakat.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau, Boby Rachmat mengatakan, bahwa generasi muda saat ini hidup di tengah arus digitalisasi yang sangat cepat. Karena itu, kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi hal yang sangat penting.

"Mengingat arus digitalisasi dan informasi mengalir sangat deras sekarang ke generasi muda, kuncinya adalah pintar memanfaatkan teknologi. Kemudian tidak hanya dituntut untuk pandai, tetapi juga bijak menyaring informasi yang ada," kata Boby.

Dia menjelaskan, teknologi sejatinya dapat memberikan banyak manfaat bagi kemajuan bangsa apabila digunakan secara positif. Namun, perkembangan ini juga bisa menjadi ancaman apabila dipakai untuk menyebarkan informasi yang salah dan memecah belah persatuan.

Karena itu, Boby mengingatkan masyarakat khususnya generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong maupun konten negatif yang beredar di media sosial. Sebaliknya, ruang digital harus dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang bersifat edukatif dan membangun.

"Jangan sampai teknologi ini malah menjadi alat yang memecah belah persatuan kita di Indonesia seperti penyebaran berita hoax atau konten-konten yang menyalah. Sebaliknya, sebarlah informasi yang bermanfaat dan bersifat edukatif agar tidak menimbulkan persoalan," ujarnya.

Boby menyebut, penggunaan teknologi yang tidak tepat dapat menghambat kemajuan suatu bangsa. Karena itu, generasi muda perlu memahami bahwa kecanggihan teknologi harus dibarengi dengan tanggung jawab moral dan nilai kebangsaan.

"Jadi, walaupun teknologi saat ini bisa kita manfaatkan untuk kemajuan. Teknologi juga bisa menjadi penghambat kemajuan suatu bangsa jika salah digunakan," tutupnya.(*)

Halaman :

Terkini