Pesan Ulama Sepuh Banjar: NU Harus Dijalankan dengan Landasan Keilmuan Pesantren!

Senin, 27 April 2026 | 20:28:29 WIB
Pesan Ulama Sepuh Banjar: NU Harus Dijalankan dengan Landasan Keilmuan Pesantren!

Jakarta,sorotkabar.com - Menjelang gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam menyambangi ulama sepuh di tanah Banjar, Kalimantan Selatan, serta menyajikan kajian kitab kuning Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Asyfiya.

Kiai Muhammad Wildan Salman alias Guru Wildan merupakan keturunan dari Syeikh M. Arsyad Al-Banjari (Datuk Kelampayan), Martapura, Banjar, Kalimantan Selatan. Guru Wildan juga merupakan Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Selatan.

“Saya mengagumi Guru Wildan, karena murid langsung Syeikh Yasin al-Fadani, ulama besar Makkah keturunan Minangkabau. Dan, Guru Wildan mengasuh pesantren tertua dan terbesar di Kalsel; Pesantren Darussalam dengan jumlah santri 12.000,” kata Gus Salam, Senin (27/4/2026).

Gus Salam menceritakan saat sowan bahwa ia mendapat pesan penting dari Guru Wildan agar menjaga dan menjalankan jam’iyyah Nahdlatul Ulama dengan landasan keilmuan berbasis pesantren serta etika-akhlaqul karimah yang kuat.

Dikatakannya, Guru Wildan juga berpesan agar NU dikelola dengan rasa cinta, saling mengasihi dan menguatkan ukhuwwah Nahdliyyah.

“Saya sudah pamit beliau dan mohon izin untuk komunikasi dengan PCNU se-Kalimantan Selatan. Dan, Alhamdulillah juga didoakan beliau agar diberi kemudahan meraih cita-cita,” ujarnya.

“Saya adalah santri, niat sendiko dawuh mengikuti arahan, perintah dan nasihat guru-kyai serta masyayikh NU dan pesantren. Ketika saya diperintah untuk ikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU melalui Muktamar ke-35, nanti, saya sam’an wa tho’atan,” tutup Gus Salam.(*)

Halaman :

Terkini