Pekanbaru,sorotkabar.com – Persoalan banjir di Kota Pekanbaru hingga kini belum menemukan titik terang dan berujung fatal. Bencana ini menelan nyawa seorang pengendara sepeda motor yang terseret arus parit di Kecamatan Marpoyan Damai, Jumat (10/4/2026) lalu.
Limpahan air di wilayah tersebut tidak sekadar merendam ruas jalan raya saat hujan deras melanda. Sejumlah kawasan permukiman warga hingga fasilitas pendidikan turut menjadi langganan genangan air akibat buruknya sistem tata air.
Merespons krisis yang merenggut keselamatan warga, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyebut penyelesaian masalah ini terbentur pembagian wilayah kerja. Penanganan akses jalan dan drainase terbagi menjadi kewenangan pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.
"Ada gorong-gorong di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya dekat Eco Green, posisinya di bawah aspal, sehingga harus dibongkar," ujar Agung Nugroho, Jumat (24/4/2026).
Langkah pembongkaran infrastruktur yang bermasalah tersebut dinilai krusial untuk melancarkan debit air yang mengalir deras menuju Sungai Kampar. Hambatan di bawah jalan utama itu menjadi salah satu penyebab air meluap tidak terkendali ke lingkungan masyarakat.
"Maka harus dibuat, bagaimana aliran air lancar, tidak terhambat lagi," terangnya.
Pemerintah kota menyatakan telah menjalankan tugas penanganan banjir sesuai batas kewenangan yang dimiliki. Namun, penyelesaian secara komprehensif menuntut sinergi lintas instansi agar kejadian hilangnya nyawa warga akibat buruknya infrastruktur tidak kembali terulang.
"Agar penanganan banjir bisa optimal, sebab penanganan banjir ini butuh koordinasi dengan semua pihak," ungkapnya.(*)