Harga Minyakita di Pekanbaru Tembus Rp20 Ribu per Liter, BUMD Riau Sediakan Stok Terbatas

Senin, 20 April 2026 | 20:48:54 WIB
Harga Minyakita di Pekanbaru Tembus Rp20 Ribu per Liter, BUMD Riau Sediakan Stok Terbatas

Pekanbaru,sorotkabar.com – Minyak goreng subsidi Minyakita dilaporkan mulai langka di sejumlah pasar tradisional dan toko grosir di Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir. Keterbatasan pasokan ini mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau Pangan Bertuah (RPB) mengambil langkah distribusi terbatas melalui jaringan kios pangan.

Direktur Utama RPB, Ade Putra Daulay, mengatakan pihaknya berupaya menyediakan Minyakita melalui Kios Pangan Topan Pasar Cik Puan, Pasar Dupa, Pasar 50, dan Topan Swalayan.

"Iya, kita sediakan, tapi dibatasi tiga liter per orang supaya merata," kata Ade kepada GoRiau.com, Senin (20/4/2026).

Harga jual di jaringan kios pangan tersebut dipatok sebesar Rp15.500 per liter atau mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah pembatasan ini terpaksa diterapkan untuk menghindari penumpukan pembelian oleh pihak tertentu di tengah kondisi pasokan yang belum stabil.

"Kita tidak ingin ada pembelian dalam jumlah besar oleh segelintir pihak. Prinsipnya, ini barang subsidi, jadi harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," ujarnya.

Distribusi melalui kios pangan diklaim sebagai salah satu upaya efektif menjaga ketersediaan di tingkat konsumen, sekaligus memotong potensi lonjakan harga liar di pasaran.

"Kami mencoba memperpendek rantai distribusi. Dengan begitu, harga bisa kita jaga tetap sesuai HET dan tidak terlalu terdampak permainan di lapangan," paparnya.

Ade menambahkan, RPB terus berkoordinasi dengan distributor dan berbagai instansi terkait demi memastikan rantai pasokan kembali berjalan normal.

"Kami sedang komunikasi intens dengan pihak distributor. Harapannya dalam waktu dekat pasokan bisa kembali masuk secara bertahap," jelasnya.

Kelangkaan Minyakita sebelumnya telah memicu keresahan warga di berbagai sudut Kota Pekanbaru. Warga Kelurahan Simpang Tiga, Tari, mengaku sangat kesulitan mendapatkan minyak goreng subsidi tersebut.

"Sudah susah didapatkan sekarang. Di toko grosir dan eceran sudah tidak ada lagi," ungkapnya.

Kekecewaan serupa dialami warga lainnya, Wita. Ia mengaku sudah berkeliling mencari ke sejumlah tempat namun pulang dengan tangan kosong.

"Saya sudah cari ke mana-mana, tapi tidak ada. Katanya dari distributor memang tidak masuk," keluhnya.

Kondisi ini diamini oleh para pelaku usaha. Pegawai toko grosir di kawasan Simpang Tiga, Rayhan, memastikan stok Minyakita di etalasenya sudah kosong sejak satu bulan lalu.

"Sudah satu bulan tidak ada pasokan. Sekarang harga minyak kemasan lain juga mulai naik," sebutnya.

Akibat kelangkaan ini, harga Minyakita di tingkat pengecer melambung tak terkendali. Harga yang sebelumnya berkisar Rp17.000 per liter kini dilaporkan tembus hingga Rp20.000 per liter. Situasi diperparah dengan habisnya stok di RPK Kopelri Bulog Kanwil Riau dan Kepulauan Riau di Jalan Cut Nyak Dien sejak beberapa hari terakhir tanpa adanya kepastian jadwal pasokan baru.

Menyikapi polemik ini, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memastikan jajaran pemerintah kota akan segera turun tangan melakukan pengecekan langsung guna menelusuri rantai distribusi di lapangan.

"Jadi, kita akan mengecek tempat-tempat yang menjadi lokasi pengumpulan," tegasnya.

Pemerintah kota bersama aparat berwenang akan memperketat pengawasan untuk menjaga stabilitas pasokan dan meredam gejolak harga. Agung turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut memantau jalur distribusi Minyakita agar tidak dimanfaatkan oleh oknum penimbun di tengah situasi krisis.(*)

Halaman :

Terkini