Mengulik Sosok Shamar Elkins yang Menembak 8 Anak di Louisiana

Senin, 20 April 2026 | 19:26:50 WIB
Shamar Elkins bersama anak-anaknya. (Facebook.com/@WBRZ Channel 2)

Louisiana,sorotkabar.com – Nama Shamar Elkins mendadak menjadi pemberitaan berbagai media internasional seiring kasus penembakan massal yang menewaskan delapan anak di Shreveport, negara bagian Louisiana, Amerika Serikat (AS). Insiden penembakan anak ini membuat publik syok, karena Shamar Elkins sebagai pelaku diketahui merupakan ayah dari tujuh anak yang tewas dalam tragedi tersebut.

Pihak berwenang menyatakan, peristiwa ini merupakan bagian dari kekerasan dalam rumah tangga yang berujung fatal. Selain membunuh delapan anak, Elkins juga menembak dua perempuan di lokasi berbeda, yakni istrinya, Shaneiqua Elkins, serta seorang perempuan lain yang diduga sebagai kekasihnya. Keduanya dilaporkan kini mengalami luka serius dan masih dalam penanganan medis intensif.

Mengutip laporan The Week, Senin (20/4/2026), Elkins sebelumnya diketahui pernah bertugas di Garda Nasional Angkatan Darat Louisiana pada periode 2013 hingga 2020. Namun, ia tidak pernah mendapatkan penugasan sebagai tentara aktif dan meninggalkan kedinasan dengan pangkat sebagai prajurit biasa.

Sebelum terseret kasus penembakan anak, dalam catatan kriminalnya menunjukkan Elkins pada 2019 pernah ditangkap dan dihukum atas kasus penggunaan senjata api ilegal. Fakta ini menambah sorotan terhadap latar belakang dirinya sebagai pelaku dalam tragedi berdarah tersebut.

Beberapa hari sebelum kejadian, Elkins sempat mengunggah foto bersama anak-anaknya di media sosial. Pada perayaan Paskah, ia membagikan foto dirinya bersama ketujuh anaknya tersebut.

Unggahan foto tersebut menjadi sorotan masyarakat, mengingat tragedi yang terjadi hanya berselang dua hari setelahnya.

"Selamat Paskah, saya menikmati waktu yang indah di gereja untuk pertama kalinya bersama semua anak saya, sungguh hari yang diberkati,” tulis Elkins.

Kronologi Penembakan
Insiden penembakan terjadi di beberapa lokasi berbeda di Shreveport. Berdasarkan keterangan polisi setempat, terdapat tiga titik lokasi kejadian, termasuk dua rumah yang bersebelahan dan satu rumah lainnya di area yang sama.

Peristiwa bermula ketika Elkins menembak dua perempuan di dua lokasi berbeda. Salah satu korban ditembak di Jalan Harrison, sementara lokasi utama pembunuhan anak-anak berada di Jalan West 79th.

Juru bicara kepolisian, Christopher Bordelon, mengatakan pihaknya menemukan kondisi yang sangat mengerikan di salah satu lokasi.

“Kami memiliki tiga lokasi kejadian kejahatan di Shreveport. Salah satunya sangat mengerikan, dan akan membutuhkan beberapa jam untuk diproses,” ujar Bordelon.

Menurut keterangan polisi, sebagian besar anak-anak ditembak di bagian kepala. Bahkan, banyak dari mereka yang ditembak saat sedang tidur. Bardelon menambahkan, tujuh anak ditemukan tewas di dalam rumah, sementara satu anak lainnya ditemukan di luar rumah.

“Satu anak tampak seperti mencoba melarikan diri dari rumah melalui atap belakang,” tambahnya.

Identitas Korban
Korban tewas terdiri dari delapan anak berusia antara 3 hingga 11 tahun, yakni tiga laki-laki dan lima perempuan. Mereka diidentifikasi sebagai Jayla Elkins (3), Shayla Elkins (5), Kayla Pugh (6), Layla Pugh (7), Markaydon Pugh (10), Sariahh Snow (11), Khedarrion Snow (6), dan Braylon Snow (5).

Dari delapan korban tersebut, tujuh di antaranya merupakan anak kandung Elkins, sementara satu korban lainnya adalah sepupu dari ketujuh anak tersebut.

Motif dan Kondisi Keluarga
Pihak kepolisian menyebut kasus ini sebagai kekerasan dalam rumah tangga yang dipicu dari konflik keluarga. Elkins dan istrinya diketahui telah menikah selama 10 tahun dan memiliki empat anak kandung. Sementara tiga anak lainnya adalah hasil hubungan Elkins dengan perempuan lain yang tinggal di dekat kediamannya. Kedelapan anak tersebut tinggal dalam satu lingkungan yang sama.

Hubungan Elkins dengan istrinya dilaporkan tengah berada di ujung tanduk. Keduanya sudah dijadwalkan menghadiri sidang pengadilan terkait proses perpisahan mereka tak lama setelah tragedi penembakan terjadi.

Menurut keterangan keluarga, pasangan tersebut sempat terlibat pertengkaran sebelum penembakan terjadi. Hal ini memperkuat dugaan konflik rumah tangga antarkeduanya menjadi pemicu utama tragedi tersebut.

Senjata dan Penangkapan
Polisi mengungkapkan, Elkins awalnya menggunakan pistol kaliber kecil untuk melakukan aksi kejinya tersebut. Namun, saat dihadang aparat keamanan, ia diketahui memegang senjata lain berupa pistol bermodel senapan.

Hingga berita ini diturunkaan, pihak berwenang masih mendalami detail kejadian, termasuk bagaimana Elkins dapat mengakses senjata tersebut meski telah memiliki catatan kriminal sebelumnya.

Kondisi Tempat Kejadian Perkara
Kota Shreveport, yang berjarak sekitar lima jam perjalanan dari New Orleans, dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kejahatan yang relatif tinggi. Berdasarkan laporan Neighborhood Scout, satu dari 82 penduduk di kota tersebut berisiko menjadi korban kejahatan kekerasan.

Meski demikian, skala tragedi yang terjadi kali ini tetap tergolong luar biasa dan tetap mengguncang masyarakat setempat.

Tragedi memilukan ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat luas. Kasus pembunuhan yang melibatkan anak-anak, terlebih dilakukan oleh orang tua sendiri, kembali memicu perbincangan tentang pentingnya penanganan konflik keluarga dan pengawasan kepemilikan senjata.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh fakta di balik kejadian ini, termasuk motif pasti serta kronologi detail yang mengarah pada tindakan brutal tersebut.

Polisi berharap istri dan kekasih Elkins dapat segera pulih dan memberikan keterangan tambahan untuk membantu proses penyelidikan yang masih berlangsung.(*)

Halaman :

Terkini