Ambon, sorotkabar.com - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mengintegrasikan pendidikan mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku.
Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Prof Freddy Leiwakabessy di Ambon, Sabtu, mengatakan pengembangan sekolah laboratorium terintegrasi merupakan bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan dasar dan menengah.
“Ini bisa kita sebut sebagai program strategis nasional karena memiliki dampak besar bagi pengembangan sumber daya manusia ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan sekolah laboratorium Unpatti telah dimulai sejak 2021 dengan mencakup jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA. Saat ini, jenjang SMP dan SMA telah meraih akreditasi A dengan lulusan yang menunjukkan prestasi membanggakan.
Menurutnya, sistem pembelajaran di sekolah tersebut mengadopsi kurikulum berbasis riset dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium kampus, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih berkualitas dan kompetitif.
Namun demikian, kata dia, pengembangan sekolah masih menghadapi tantangan keterbatasan sarana dan prasarana, terutama gedung yang masih memanfaatkan fasilitas lama hasil alih fungsi.
“Kami membutuhkan fasilitas yang lebih representatif untuk mendukung proses pembelajaran yang optimal,” katanya.
Selain itu, Unpatti juga mengarahkan pengembangan kawasan pendidikan yang terintegrasi dengan kegiatan produktif, seperti pertanian, sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual bagi siswa.
Sementara itu, perwakilan Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Amalia saat meninjau SMA Labschool Unpatti mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi usulan pembangunan unit sekolah baru yang diajukan Unpatti.
“Kami hadir untuk memverifikasi langsung kondisi lahan sebagai bagian dari penilaian kelayakan pembangunan sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah pada tahun ini mengalokasikan pembangunan 34 sekolah baru di seluruh Indonesia, sehingga setiap usulan harus melalui seleksi ketat, termasuk kejelasan status dan luas lahan.
Menurut Amalia, program pembangunan SMA laboratorium juga sejalan dengan kebijakan integrasi pendidikan berkelanjutan dari PAUD hingga perguruan tinggi yang tengah didorong pemerintah.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Dr Sarlota Singerin menilai Unpatti memiliki potensi besar menjadi pusat pendidikan atau “rumah belajar” bagi masyarakat Maluku melalui pengembangan sekolah terintegrasi tersebut.
Ia menekankan pentingnya integrasi sistem pendidikan lintas jenjang untuk mengakhiri pola pengelolaan sektoral yang selama ini dinilai menghambat peningkatan mutu pendidikan.
“Kita harus keluar dari ego sektoral dan membangun siklus pendidikan yang utuh dari dasar hingga perguruan tinggi,” katanya.(*)