Pelaksanaan TKA SMP Berjalan Lancar, Pemerintah Pastikan Evaluasi Akademik Lebih Terukur

Kamis, 09 April 2026 | 20:37:59 WIB
ANTARA FOTO/Sulthony HasanuddinSiswa mengerjakan soal ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Asesmen Nasional Berbasis Komputer di SMP Negeri 61 Jakarta, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan T

Jakarta,sorotkabar.com — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di sejumlah daerah berjalan lancar sesuai prosedur. Pemerintah memastikan tes ini menjadi instrumen evaluasi kemampuan siswa yang lebih terukur, tanpa menimbulkan tekanan berlebih bagi peserta didik.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat meninjau langsung pelaksanaan TKA di Kota Bandung, Jawa Barat. Ia menyatakan proses ujian berlangsung tertib dan sesuai mekanisme, tanpa ditemukan pelanggaran.

“Atas pengamatan di lapangan, pelaksanaan sudah berjalan baik. Mudah-mudahan ke depan tetap konsisten,” ujarnya.

Menurut Atip, TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai sarana untuk mengukur kemampuan akademik individual siswa. Karena itu, ia mengimbau peserta untuk tidak merasa cemas dan tetap mempersiapkan diri secara optimal.

Di daerah lain, kesiapan pelaksanaan juga ditunjukkan Pemerintah Kota Bandarlampung. Dinas Pendidikan memastikan seluruh SMP telah siap dari sisi sarana dan prasarana, mulai dari perangkat komputer, jaringan internet, hingga tenaga operator.

Pelaksanaan TKA di Bandarlampung diikuti sekitar 15 ribu siswa dan berlangsung secara bertahap hingga pertengahan April 2026. Tes dilakukan dalam beberapa sesi dengan mata pelajaran utama seperti Matematika dan Bahasa Indonesia.

Pemerintah daerah juga mengantisipasi potensi kendala teknis, termasuk memastikan kestabilan jaringan internet di setiap sekolah serta peningkatan kapasitas bandwidth guna mendukung kelancaran ujian berbasis komputer.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa durasi pengerjaan TKA selama 75 menit telah melalui uji coba dan dinilai cukup untuk menyelesaikan seluruh soal.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menyebutkan komposisi soal telah disesuaikan dengan tingkat kesulitan, sehingga waktu yang diberikan dinilai proporsional bagi siswa.

Komposisi tersebut terdiri atas soal pengetahuan, penerapan konsep, serta penalaran. Dengan desain tersebut, peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan berpikir secara komprehensif, tidak sekadar menghafal.

Selain itu, sistem ujian berbasis komputer memungkinkan pemantauan secara real time, termasuk durasi pengerjaan dan aktivitas peserta. Data menunjukkan sebagian besar siswa justru menyelesaikan ujian sebelum batas waktu berakhir.

Di tengah pelaksanaan TKA, semangat peserta juga terlihat. Salah satu siswa di Bandung tetap mengikuti ujian meski dalam kondisi pascaoperasi, menunjukkan bahwa persiapan dan dukungan lingkungan menjadi faktor penting dalam menghadapi evaluasi akademik.

Dengan pelaksanaan yang semakin tertata, pemerintah berharap TKA dapat menjadi instrumen evaluasi pendidikan yang tidak hanya mengukur capaian akademik, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.(*)

Halaman :

Terkini