Disdik Pekanbaru Siapkan Gelombang Khusus Bagi TKA Terkendala

Rabu, 08 April 2026 | 21:58:17 WIB
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Syafrian Tommy.

Pekanbaru, sorotkabar.com  - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Syafrian Tommy, menyebutkan hingga hari ketiga pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP dan Paket B pendidikan nonformal tidak menemukan kendala berarti.

"Alhamdulillah secara umum pelaksanaan TKA hingga hari ini berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti," kata Syafrian Tommy, Rabu (8/4/2026).

"Saat gladi, mungkin ada hal kecil, tapi bisa diantisipasi. Seperti ada ruangan yang terkendala NCB, itu sudah kita ganti dan upayakan perbaikannya. Dan bisa dipastikan itu tidak mengganggu secara umum," katanya.

Pihaknya berharap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga mendapat dukungan dari PLN dan provider jaringan internet.

"Kita mohon dukungan dari PLN dan provider jaringan internet yang bekerjasama dengan sekolah, untuk memastikan dan menjaga stabilitas pelaksanaan TKA," ungkapnya.

Dikatakan Syafrian, sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menyediakan gelombang khusus yang akan digelar pada Rabu-Kamis, 15-16 April bagi sekolah yang mengalami kendala pada waktu pelaksanaan yang ditentukan.

"Bagi TKA yang mengalami kendala pada waktu yang ditetapkan, antisipasi yang kita telah siapkan berupa menyediakan gelombang khusus atau gelombang kelima. Yang kita khususkan pada sekolah yang mungkin terdapat gangguan," katanya.

Dirinya menyebutkan, hingga hari ini belum ada laporan masuk terkait sekolah yang akan menggunakan gelombang khusus tersebut.

"Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada laporan terkait sekolah yang akan menggunakan gelombang tersebut. Artinya masih berjalan dengan baik," ungkapnya.

Sementara itu, bagi siswa yang tidak dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tepat waktu dikarenakan sakit dan memerlukan perawatan medis, gelombang khusus juga menjadi solusi yang akan diberikan Disdik Pekanbaru.

"Ketika ada siswa yang sakit, tim akan melakukan pengecekan apakah memungkinkan akan dilakukan TKA di tempat dia dirawat, karena kan prosesnya online. Tapi tetap dilakukan dengan pengawasan. Ataupun jika tidak memungkinkan saat waktu yang ditentukan, kita memberi kesempatan pada gelombang khusus," ungkapnya. 

Untuk diketahui, jumlah peserta TKA tingkat SMP di Kota Pekanbaru mencapai 14 ribu siswa kelas IX. Sementara dari sekolah nonformal seperti SKB dan PKBM diikuti sekitar 725 siswa. Jumlah ini belum termasuk peserta yang berada di bawah Kementerian Agama.(*) 
 

Terkini