PDIP Jabar Galang Rp 239 Juta per Bulan untuk Bantu Bandung Zoo

Senin, 30 Maret 2026 | 21:54:36 WIB
Muhammad Taufik/RepublikaPDIP Jabar menggalang dana internal Rp 239 juta per bulan untuk mendukung kebutuhan satwa dan operasional Bandung Zoo.

Bandung, sorotkabar. com -- PDIP Jawa Barat mengambil langkah dalam membantu penanganan krisis di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).

Melalui inisiatif internal, partai tersebut menggalang dana sebesar Rp 239 juta per bulan guna mendukung kebutuhan satwa dan operasional di tengah persoalan pengelolaan yang masih berlangsung.

Wakil Ketua DPRD Jabar yang juga menjabat Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono, mengatakan penggalangan dana tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, agar kader partai hadir membantu persoalan kemanusiaan dan lingkungan, termasuk kondisi satwa di Bandung Zoo.

“Dari PDIP, kami menggalang setiap bulan Rp 239 juta. Ini juga bagian dari instruksi Ibu Mega agar kami gotong royong membantu. Nanti dibentuk tim khusus untuk mengelola, terutama jika ada kebutuhan tambahan seperti extra feeding maupun kebersihan,” ujar Ono usai rapat paripurna, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, iuran tersebut berasal dari gotong royong kader partai dengan besaran yang bervariasi.

“Iuran tersebut jumlahnya bervariasi mulai dari Rp 500.000 per bulan untuk anggota DPRD kabupaten/kota hingga Rp 5.000.000 per bulan untuk Ketua DPD dan kepala daerah, dan mulai berlaku April 2026,” kata Ono.

Menurutnya, langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi Bandung Zoo yang dinilai mengalami penurunan kualitas pengelolaan, terutama dalam hal pakan dan perawatan satwa. Ia menyebut, sejak pengelolaan berada di bawah Kementerian Kehutanan, kebutuhan satwa dinilai belum sepenuhnya terpenuhi secara optimal.

Ono menyoroti, pakan yang diberikan cenderung bersifat standar dan belum mencakup kebutuhan tambahan yang penting bagi kesehatan satwa. Di sisi lain, persoalan internal seperti keterlambatan gaji karyawan juga dinilai berdampak pada menurunnya kinerja pengelolaan.

Selain dukungan dari partai, ia memastikan Pemprov Jabar telah menyatakan komitmen turut membantu. Baik melalui dukungan teknis maupun layanan kesehatan satwa, termasuk pelibatan rumah sakit hewan daerah.

Ia berharap, upaya kolaboratif ini dapat menjadi solusi sementara hingga konflik pengelolaan terselesaikan dan ditetapkannya pengelola definitif Bandung Zoo oleh pemerintah.

“Yang terpenting sekarang jangan sampai ada lagi satwa yang mati. Kita dorong semua pihak bergerak cepat,” kata Ono.(*)

Halaman :

Terkini