Pekanbaru, sorotkabar. com -
Dua Kurir
YA dan DP kini harus merasakan dinginnya jeruji besi setalah berhasil dibekuk Polres Bengkalis, Sabtu (28/03/26) lalu.
Dua pria tersebut tertangkap basah tengah menyelundupkan 16 kg sabu dan 40.146 butir pil ekstasi.
Keduanya merupakan kurir jaringan narkoba internasional. Nahasnya, jaringan ini dikendalikan oleh seorang narapidana yang kini tengah menjalani hukuman di Nusa Kambangan.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Siregar mengatakan narapidana tersebut adalah warga Pekanbaru yang menjalani hukuman di Nusa Kambangan. Sedangkan barang haram yang diselundupkan dua pelaku berasal dari Malaysia.
“Kedua tersangka diberi imbalan sebesar Rp20 juta,” ujarnya.
Kedua pelaku itu berhasil ditangkap setelah dilaporkan masyarakat adanya aktifitas yang mencurigakan di jalur ilegal di perairan Bengkalis. Petugas kemudian menelusuri i formasi tersebut dengan menyebar ke sejumlah titik pelabuhan tikus.
Aktifitas pelaku terendus di pelabuhan tikus di wilayah desa Jangkang. Namun pelaku berhasil menghilangkan jejak. Namun saat menuju kota pekanbaru, petugas kembali mendapat informasi bahwa pelaku menyeberang melalui pelabuhan Roro Bukit Batu.
“Tim langsung melakukan penyelidikan. Hingga fokus pada dua pria yang mengendarai sepeda motor dengan membawa kardus dan dua tas ransel besar," terangnya
Sesampainya di Pekanbaru, pelaku sempat berputar-putar di Jalan Sudirman sebelum bergerak menuju sebuah gang di Jalan Nurdin, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur.
Saat diduga hendak melakukan transaksi, petugas langsung melakukan penyergapan dan mengamankan keduanya tanpa perlawanan.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan, 7 bungkus plastik diduga sabu dalam tas dengan berat kotor sekitar 16 Kg serta 40 bungkus pil ekstasi dengan total 40.146 butir. Hasil uji laboratorium memastikan seluruh barang bukti tersebut positif mengandung metamfetamin.
"Dari pemeriksaan awal, tersangka DP berperan sebagai penerima barang yang akan diedarkan di Pekanbaru atas perintah dari seorang napi di Lapas Nusa Kambangan, sementara jaringan pengirim berasal dari Bengkalis," jelasnya.
Saat ini, polisi juga masih melakukan pengembangan guna membongkar jaringan yang lebih luas, termasuk dugaan keterlibatan sindikat internasional.
“Kami terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan di atasnya, termasuk jalur distribusi dari luar negeri,” pungkasnya.(*)