JAKARTA, sorotkabar.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa mereka mencegat dan menghancurkan sebuah drone bersenjata di atas Teheran. Iran mengatakan pesawat tanpa awak yang ditembak jatuh itu drone canggih Hermes.
Dilansir Anadolu Agency, Selasa (24/3/2026), drone Hermes ditembak jatuh "di langit Teheran oleh sistem pertahanan baru canggih IRGC di bawah kendali jaringan pertahanan udara terpadu negara itu," kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara IRNA.
Tidak ada detail lebih lanjut tentang korban jiwa yang ditimbulkan.
Amerika Serikat (AS) dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Teheran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan negaranya sedang berbicara dengan orang penting dalam rezim Iran untuk mencoba mengakhiri perang. Namun, Trump ngaku tidak bicara dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Dilansir CNN, Selasa (24/3), ditanya tentang siapa yang diajak bicara AS di Iran, Trump mengatakan, "Seorang tokoh penting. Jangan lupa: Kita telah melenyapkan kepemimpinan pada fase satu, fase dua, dan sebagian besar fase tiga. Tetapi kita berurusan dengan seorang pria yang saya yakini paling dihormati dan pemimpinnya, Anda tahu, ini agak sulit, mereka telah melenyapkan--kita telah melenyapkan semua orang."
Trump mengatakan bahwa utusan khususnya Steve Witkoff dan Jared Kushner terlibat dalam pembicaraan, tetapi tidak menyebutkan orang yang mereka ajak berkomunikasi di pihak Iran.
Ketika didesak wartawan tentang apakah AS sedang berbicara dengan Khamenei, Trump mengatakan, "Tidak, bukan Pemimpin Tertinggi."(*)