Pekanbaru,sorotkabar.com – Skema pembelajaran selama bulan suci Ramadan resmi dirilis Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru. Berbeda dengan jenjang pendidikan usia dini yang diliburkan penuh, siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tetap menjalani aktivitas akademik dengan pemangkasan durasi belajar dan penambahan porsi kegiatan keagamaan.
Plt Kepala Disdik Pekanbaru, Syafrian Tommy, Kamis (12/2/2026), menegaskan kebijakan ini diambil agar atmosfer akademik tetap terjaga tanpa mengabaikan kekhusyukan ibadah puasa. Berdasarkan kalender pendidikan, libur awal Ramadan bagi siswa SD ditetapkan selama lima hari, yakni 18 hingga 22 Februari. Proses belajar mengajar efektif akan kembali bergulir mulai 23 Februari.
‘’Peserta didik jenjang TK dan PAUD mendapatkan libur penuh selama Ramadan. Sedangkan untuk SD dan SMP, proses pembelajaran tatap muka dimulai kembali tanggal 23 Februari dengan penyesuaian jam masuk dan pulang,’’ jelas Tommy kepada wartawan.
Berikut rincian pengaturan jam belajar selama Ramadan di Pekanbaru:
* SD Kelas I - III: Masuk pukul 08.00 WIB, pulang pukul 11.00 WIB.
* SD Kelas IV - VI: Masuk pukul 08.00 WIB, dilanjutkan kegiatan Imtak setelah pukul 11.00 WIB, pulang usai salat Zuhur berjemaah.
* SMP Kelas VII - IX: Masuk pukul 08.00 WIB, dilanjutkan kegiatan Imtak setelah pukul 11.00 WIB, pulang usai salat Zuhur berjemaah.
Disdik Pekanbaru menekankan pentingnya penguatan karakter religius melalui program Pekanbaru Cinta Alquran. Siswa kelas tinggi di SD dan seluruh siswa SMP diwajibkan mengikuti pendalaman bacaan Al-Qur'an dan materi keislaman di bawah bimbingan guru kelas maupun guru agama.
‘’Setelah jam akademik selesai pukul 11.00 WIB, siswa tidak langsung pulang. Mereka akan dibimbing dalam kegiatan Iman dan Takwa (Imtak) hingga waktu Zuhur tiba,’’ tambah Tommy.
Selain aktivitas rutin, bulan puasa kali ini juga bertepatan dengan agenda akademik penting, yakni Penilaian Tengah Semester (PTS). Situasi ini menuntut peserta didik untuk pandai membagi waktu antara ibadah, istirahat, dan persiapan ujian. Disdik meminta orang tua memberikan atensi lebih terhadap pola tidur dan belajar anak di rumah agar stamina tetap terjaga saat mengikuti ujian di sekolah.
Perhatian khusus juga ditujukan bagi siswa tingkat akhir. Tommy mengingatkan siswa kelas VI SD dan IX SMP untuk tidak terlena dengan suasana libur atau pengurangan jam belajar. Pasalnya, rangkaian tes kemampuan akademik untuk kelulusan atau seleksi jenjang berikutnya sudah menanti tepat setelah Idulfitri.
‘’Kami mengharapkan peran aktif orang tua memantau Amaliah Ramadan anak-anak di rumah. Sinergi antara sekolah dan rumah sangat vital untuk memastikan kualitas ibadah dan akademik siswa tetap prima,’’ tutupnya. (*)