India Sita 3 Kapal Tanker Terkait Jaringan Minyak Iran

Selasa, 10 Februari 2026 | 21:49:27 WIB
Ilustrasi kapal tanker di Selat Hormuz. (Financial Times/Dokumentasi)

Mumbai,sorotkabar.com — Penjaga Pantai India menyita tiga kapal tanker minyak di perairan Laut Arab dalam operasi yang disebut sebagai bagian dari upaya memutus jaringan penyelundupan minyak internasional yang dikaitkan dengan perdagangan minyak Iran.

Operasi tersebut dilakukan sekitar 100 mil laut di barat Mumbai pada Jumat (6/2/2026) lalu setelah aparat memanfaatkan pengawasan teknologi dan analisis pola pelayaran kapal di kawasan tersebut.

Dalam keterangannya, otoritas Penjaga Pantai India menjelaskan jaringan tersebut menggunakan metode pemindahan muatan minyak di tengah laut untuk menghindari pengawasan serta mengelabui kewajiban bea masuk negara-negara pesisir.

“Sindikat tersebut memanfaatkan transfer di tengah laut di perairan internasional untuk memindahkan minyak murah dari wilayah konflik ke kapal tanker, sehingga dapat menghindari kewajiban bea masuk,” demikian pernyataan resmi otoritas setempat.

Pemeriksaan dokumen elektronik kapal dan interogasi awak kapal turut mengungkap dugaan keterkaitan jaringan tersebut dengan jaringan distribusi global. Ketiga kapal saat ini dikawal menuju Mumbai untuk proses hukum lebih lanjut.

Perusahaan pemantau kapal TankerTrackers mengidentifikasi kapal-kapal tersebut sebagai Stellar Ruby yang berbendera Iran, serta kapal Chiltern dan Asphalt Star. Ketiganya sebelumnya telah masuk daftar sanksi Amerika Serikat pada 2025.

Menurut data platform pelacakan perdagangan energi Kpler, kapal-kapal tersebut dikenai sanksi oleh Kantor Pengawasan Aset Asing Amerika Serikat (OFAC) karena diduga terlibat dalam pengangkutan minyak Iran yang terkena pembatasan ekspor.

Pemerintah Amerika Serikat menyebut kapal-kapal itu sebagai bagian dari “armada bayangan” yang digunakan untuk menghindari sanksi perdagangan minyak terhadap Iran.

Langkah India ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap perdagangan minyak Iran. Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini kembali mengumumkan sanksi tambahan yang menargetkan sejumlah kapal dan perusahaan yang diduga terlibat dalam ekspor minyak Teheran.

Ketegangan juga meningkat setelah juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, menyatakan kesiapan negaranya menghadapi konflik jika diperlukan. Ia menyebut kemungkinan konflik dapat meluas ke berbagai kawasan dan pangkalan militer Amerika Serikat.

Pada saat bersamaan, Kedutaan Virtual Amerika Serikat di Iran mengeluarkan peringatan kepada warga negaranya agar segera meninggalkan wilayah Iran.

Media Israel juga melaporkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut situasi kawasan mendekati titik kritis yang dapat memicu perubahan besar dalam dinamika politik Iran.

Di sisi lain, hubungan perdagangan India dan Amerika Serikat juga mengalami perkembangan. Kedua negara menandatangani kesepakatan perdagangan baru, yang diikuti dengan pencabutan tarif tambahan terhadap India, seiring komitmen New Delhi untuk mendiversifikasi sumber impor energinya.

Menteri Perdagangan India Piyush Goyal menegaskan keputusan membeli energi dari berbagai negara merupakan kepentingan strategis nasional. “Kami melakukan diversifikasi sumber energi demi kepentingan India sendiri,” ujarnya.

Namun demikian, ketegangan geopolitik dan sanksi internasional masih menimbulkan ketidakpastian, termasuk terhadap proyek pelabuhan strategis Chabahar di Iran yang selama ini melibatkan India sebagai mitra utama.

Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai kelanjutan investasi India di pelabuhan tersebut di tengah meningkatnya tekanan diplomatik dan ekonomi antara Washington dan Teheran.(*) 
 

Terkini