Angka Kemiskinan Riau Naik, Penduduk Miskin di Desa Bertambah 17 Ribu Jiwa

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:55:12 WIB
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi

Pekanbaru,sorotkabar.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat jumlah penduduk miskin di Bumi Lancang Kuning mencapai 475,57 ribu orang atau 6,30 persen pada September 2025.

Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan Maret 2025 yang berada di level 6,16 persen.

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi mengatakan, tren kenaikan jumlah penduduk miskin ini didominasi oleh kondisi di wilayah perdesaan. Berbanding terbalik dengan desa, jumlah penduduk miskin di area perkotaan justru mengalami penurunan.

"Dalam periode Maret hingga September 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan menurun 2,49 ribu orang. Sebaliknya, di perdesaan terjadi kenaikan cukup besar, yakni 17,09 ribu orang, dari 287,45 ribu orang menjadi 304,54 ribu orang," ungkap Asep Riyadi, Kamis (5/2/2026).

Secara persentase, tingkat kemiskinan di perkotaan turun dari 5,75 persen menjadi 5,61 persen. Namun, di perdesaan angka tersebut melonjak dari 6,43 persen menjadi 6,76 persen. Hal ini dipicu oleh kenaikan Garis Kemiskinan (GK) di Riau yang kini berada pada Rp747.345 per kapita per bulan.

Komponen makanan memegang peranan vital dalam pembentukan garis kemiskinan dengan porsi mencapai 73,49 persen. Beras tercatat sebagai komoditas penyumbang kontribusi terbesar, disusul oleh rokok kretek filter, daging ayam ras, cabai merah, dan telur ayam ras.

"Rata-rata rumah tangga miskin di Riau memiliki 5,39 anggota keluarga.

Dengan komposisi ini, kebutuhan minimum agar sebuah rumah tangga tidak tergolong miskin mencapai sekitar Rp4.028.190 per bulan," tambahnya.

Meski secara kuantitas penduduk miskin bertambah, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan perbaikan.

Hal ini menandakan rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan sebenarnya semakin mengecil atau membaik.

Dalam lingkup regional Sumatra, persentase kemiskinan di Riau masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan Aceh yang mencapai 12,22 persen atau Bengkulu 11,88 persen. Posisi terendah di Sumatra ditempati oleh Kepulauan Riau dengan angka 4,26 persen.

Asep menilai dinamika harga kebutuhan pokok dan ketimpangan ekonomi antara kota dan desa tetap menjadi faktor penentu kemiskinan di Riau. Fluktuasi harga komoditas sangat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama mereka yang berada di garis batas kemiskinan. (*) 
 

Terkini