Produksi Bawang Merah dan Stok Daging Terjamin Jelang Ramadan dan Lebaran

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:32:51 WIB
Ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan 2026. (Foto: Okezone.com)

Jakarta,sorotkabar.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan 2026.

“Aman, tidak ada masalah. Relatif aman,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Rabu (4/2/2026).

Pemerintah, kata Budi, telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga pasokan dan mengendalikan harga di pasar. Berdasarkan laporan terbaru dari pelaku usaha hingga distributor, tidak terdapat kendala berarti dalam penyediaan kebutuhan pokok masyarakat. Seluruh rantai pasok disebut siap mengamankan kebutuhan hingga Lebaran mendatang.

“Kemarin juga sudah melaporkan ke dinas, distributor, dan pemasok, mereka siap untuk mengamankan Lebaran. Mudah-mudahan harga-harga bisa terkendali,” tambahnya.

Pasokan Bawang Merah

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan pasokan bawang merah nasional aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian ini didukung oleh panen raya bawang merah di Kabupaten Cirebon yang tetap optimal meski wilayah tersebut mengalami curah hujan tinggi beberapa bulan terakhir.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Agung Sunusi, menyampaikan produktivitas bawang merah di Kecamatan Pangenan, Cirebon, mencapai rata-rata 10 ton per hektare di tengah cuaca ekstrem. Angka ini dinilai cukup baik dibandingkan rata-rata nasional yang berkisar 11–12,5 ton per hektare.

“Jika mengacu pada data BPS, rata-rata nasional berada di kisaran 11–12,5 ton per hektare. Dengan kondisi hujan hampir setiap hari dan cuaca ekstrem, capaian Cirebon ini sudah di atas ekspektasi,” kata Agung, Rabu (4/2/2026).

Kondisi produksi yang melimpah turut berkontribusi terhadap deflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi 0,15 persen secara bulanan (month-to-month) pada Januari 2026, yang didorong oleh sejumlah komoditas pangan strategis, termasuk bawang merah dengan andil deflasi 0,07 persen.

Agung menjelaskan, dari satu hamparan panen seluas 26 hektare di Desa Ender, Kabupaten Cirebon, potensi produksi bawang merah mencapai sekitar 260 ton. Selain itu, masih terdapat sekitar 350 hektare lahan bawang merah yang siap panen hingga Lebaran.

Dengan estimasi produktivitas rata-rata 10 ton per hektare, pasokan bawang merah dari Cirebon dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Artinya, Kabupaten Cirebon siap mengamankan pasokan bawang merah untuk puasa dan Lebaran,” tegasnya.

Agung juga menyampaikan bahwa Cirebon telah menerapkan pola tanam berkelanjutan agar produksi tetap terjaga. Setelah panen, petani langsung melakukan pengolahan lahan dan penanaman kembali tanpa jeda panjang. Saat ini, sekitar 500 hektare lahan telah kembali ditanami.

“Tidak ada istilah lahan tidur. Panen ada, tanam juga ada. Ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian agar produksi dan harga bawang merah tetap aman dan stabil,” ucapnya.

Selain itu, Agung memastikan kelancaran pasokan dan stabilitas harga bawang merah di tingkat konsumen. Dari sisi distribusi, bawang merah hasil panen Cirebon hanya memerlukan waktu pengeringan sekitar dua hingga tiga hari sebelum dipasarkan, termasuk ke wilayah Jabodetabek.

Untuk harga, Agung menyebut bawang merah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp25.000 per kilogram. Dengan kondisi tersebut, harga di tingkat konsumen diperkirakan berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, sesuai harga acuan pemerintah.

“Harga berada di rel yang tepat. Petaninya mendapat harga wajar, konsumennya juga bisa fokus beribadah menyambut Ramadan,” katanya.

Stok Daging Sapi dan Kambing Menjelang Puasa dan Lebaran

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Lunanka V. M. L. Daimboa, menegaskan kebutuhan daging sapi dan kambing di Papua hingga saat ini masih dipasok dari luar daerah.

Namun, dari sisi ketersediaan, pasokan dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Puasa dan Lebaran.

“Ketersediaan daging sapi dan kambing di Provinsi Papua masih dipasok dari luar, namun secara nasional Pemerintah Pusat terus melakukan upaya stabilisasi pasokan dan harga. Meskipun harga di Papua berada di atas harga nasional, pemerintah bersama pelaku usaha tetap berkomitmen agar ketersediaan daging sapi dan kambing mencukupi hingga Idulfitri,” ujar Lunanka.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Papua aktif melakukan pemantauan harga dan stok komoditas strategis, termasuk daging sapi dan kambing. Pemantauan dilakukan secara rutin dan terintegrasi melalui rapat pengendalian inflasi daerah yang digelar setiap minggu.

“Dalam rapat pengendalian inflasi, tidak hanya daging sapi dan kambing yang menjadi perhatian, tetapi juga komoditas bahan pokok penting lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan menjaga daya beli masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Pusat, pemerintah kabupaten/kota, serta pelaku usaha untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan bahan pangan strategis, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Puasa dan merayakan Lebaran dengan tenang.(*) 
 

Terkini