Sukses 'Curi' Data dari Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Drone Iran Ditembak F-35

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:09:55 WIB
@xumas_iqDrone iran (Ilustrasi).

Washington,sorotkabar.com —  Juru bicara Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat Tim Hawkins mengatakan sebuah jet tempur AS dari Kapal Induk USS Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran. 

Upaya tersebut diklaim untuk membela diri dan melindungi kapal induk serta personel di dalamnya, dikutip Republika dari Al Jazeera, Rabu (4/2/2026).

Hawkins menyebut drone jenis Shahed-139 ditembak jatuh oleh pesawat F-35C saat kapal induk tersebut berlayar sekitar 800 kilometer dari pesisir selatan Iran. CENTCOM menyatakan drone tersebut “mendekat secara agresif” dengan “niat yang tidak jelas” dan tetap menuju kapal meski pasukan AS telah melakukan langkah-langkah deeskalasi di perairan internasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Iran. Kantor berita Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui insiden tersebut, melaporkan bahwa komunikasi dengan sebuah drone terputus di perairan internasional. Drone tersebut sebelumnya telah “berhasil” mengirimkan data ke Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Tasnim melaporkan, penyelidikan tengah dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.

Pasca insiden itu, CENTCOM juga menyatakan bahwa pasukan IRGC mengganggu sebuah kapal niaga berbendera dan diawaki AS di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan global. Hawkins mengatakan dua kapal IRGC dan sebuah drone Mohajer Iran mendekati kapal tanker M/V Stena Imperative dengan kecepatan tinggi dan mengancam akan menaiki serta menyitanya.

Sebaliknya, kantor berita Fars mengutip pejabat Iran yang menyatakan kapal tersebut memasuki perairan teritorial Iran secara ilegal tanpa izin hukum yang diperlukan. Para pejabat menyebut kapal itu telah diperingatkan dan kemudian meninggalkan area tersebut “tanpa terjadi insiden keamanan khusus”.

Perundingan tetap direncanakan

Penembakan drone itu dinilai tak mengubah rencana perundingan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat ini. Tasnim mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan konsultasi masih dilakukan untuk menentukan lokasi pertemuan, dengan Turki, Oman, dan sejumlah negara kawasan menawarkan diri sebagai tuan rumah.

Dalam wawancara dengan Fox News, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, “dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan pihak Iran akhir pekan ini”.“Jadwal itu masih berlaku hingga saat ini,” kata Leavitt.

Associated Press, mengutip seorang pejabat Turki yang tidak disebutkan namanya, melaporkan jika menteri luar negeri Oman, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab juga diundang untuk menghadiri perundingan tersebut jika terlaksana.

Jurnalis Al Jazeera Tohid Asadi melaporkan dari Teheran bahwa topik pembahasan antara kedua pihak masih belum jelas. Pejabat Iran menyatakan ingin memusatkan perundingan pada program nuklir, sementara Washington dilaporkan ingin membahas isu yang lebih luas. Washington dilaporkan ingin membahas hubungan Iran dengan kelompok bersenjata di kawasan serta program rudal balistik dan pertahanannya.

Iran juga menyatakan, pihaknya menginginkan perundingan bilateral langsung dengan AS, sementara Washington lebih terbuka melibatkan negara-negara kawasan. Asadi menambahkan, Iran menghargai upaya regional untuk meredakan ketegangan, namun persoalan utama tetap berada antara Washington dan Teheran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung guna meredakan ketegangan di kawasan Teluk. Pernyataan itu disampaikan di tengah pengumuman militer AS yang menyebut telah menembak jatuh sebuah drone Iran yang diklaim mendekati kapal induk AS di Laut Arab.

Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa bahwa Washington sedang bernegosiasi dengan Teheran “saat ini”, namun menolak mengungkapkan lokasi pembicaraan tersebut.

“[Pembicaraan] berlangsung di berbagai tempat. Tapi mereka sedang bernegosiasi. Mereka ingin melakukan sesuatu, dan kita lihat apakah sesuatu itu akan terwujud. Mereka pernah punya kesempatan sebelumnya, dan itu tidak berhasil,” ujar Trump.

Ia menambahkan, “Dan kami melakukan ‘Midnight Hammer’, saya rasa mereka tidak ingin hal itu terjadi lagi,” merujuk pada operasi Juni lalu ketika Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS menyerang tiga fasilitas nuklir Iran.

Trump, yang mendorong Teheran agar bersedia berunding terkait program nuklirnya, sebelumnya berulang kali mengancam akan menyerang Iran menyusul penindakan terhadap aksi protes anti-pemerintah. AS juga mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke Teluk pekan lalu, memicu kekhawatiran akan konfrontasi militer. Namun, dalam beberapa hari terakhir, ketegangan dilaporkan mereda seiring upaya negara-negara kawasan mendorong penyelesaian.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan lebih awal pada Selasa bahwa ia telah menginstruksikan menteri luar negerinya untuk “mengejar perundingan yang adil dan setara”, dengan syarat tersedia “lingkungan yang sesuai” serta berlandaskan prinsip “martabat, kehati-hatian, dan kemaslahatan”.“Perundingan ini akan dilakukan dalam kerangka kepentingan nasional kami,” kata Pezeshkian.(*) 
 

Terkini