Jakarta,sorotkabar.com - Presiden Prabowo Subianto berencana mengecek langsung aktivitas belajar-mengajar di ruang kelas sekolah-sekolah di berbagai daerah Indonesia melalui pemanfaatan interactive flat panel (IFP) atau papan tulis pintar.
Rencana tersebut disampaikan presiden di hadapan kepala daerah dan pejabat pemerintah pusat saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 yang digelar di SICC, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah telah menyalurkan 282.180 unit papan tulis pintar ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Hampir semua sekolah, termasuk yang terluar dan terpencil, sudah menerima papan tulis pintar. Di pulau-pulau terpencil dan gunung-gunung tertinggi, mereka sudah punya interactive panel,” ujar Prabowo.
Presiden menargetkan setiap sekolah memiliki minimal tiga unit papan tulis pintar. Penambahan perangkat tersebut diharapkan dapat terealisasi sepenuhnya pada 2026.
“Tahun ini target saya tiap sekolah dapat dua lagi sehingga minimal ada tiga ruang kelas. Mudah-mudahan bisa empat. Pada akhir 2028-2029, setiap ruang kelas di seluruh Indonesia akan punya interactive digital panel,” kata Prabowo.
Menurutnya, digitalisasi ruang kelas memungkinkan proses belajar dilakukan secara jarak jauh dari pusat, khususnya untuk mengatasi keterbatasan guru mata pelajaran, seperti matematika, bahasa Inggris, fisika, dan biologi di daerah.
“Kita bisa mengajar dari Jakarta secara interaktif. Sekolah yang kekurangan guru bisa menerima pengajaran dari pusat. Ujungnya, saya juga bisa melihat langsung apakah gurunya ada di kelas atau tidak,” ujarnya.
Digitalisasi ruang kelas menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo yang telah berjalan sejak 2025. Selain menyalurkan papan tulis pintar, presiden juga memerintahkan renovasi puluhan ribu sekolah di berbagai daerah Indonesia.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan pemerintah berencana menambah hingga tiga unit IFP sehingga setiap sekolah nantinya memiliki empat papan tulis pintar.
Abdul Mu’ti menilai keberadaan IFP akan memudahkan guru dalam proses belajar-mengajar karena mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.
IFP berbeda dengan smart board konvensional karena merupakan perangkat all in one yang berfungsi sebagai monitor, komputer, sekaligus papan tulis digital interaktif. Perangkat ini dapat digunakan tanpa koneksi internet, dengan materi pembelajaran yang dapat diunduh melalui kanal Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan.(*)