Bengkalis Segera Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 21:28:10 WIB
Ilustrasi (net)

Pekanbaru,sorotkabar.com – Setelah melewati masa banjir, Provinsi Riau kini beralih meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Memasuki awal Februari 2026, sejumlah titik api mulai terpantau muncul di berbagai daerah, memicu respon cepat dari pemerintah setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat sedikitnya enam kabupaten dan kota telah terdampak kebakaran lahan. Sebagai langkah antisipasi paling depan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis kini tengah memproses penetapan status siaga darurat Karhutla tahun 2026.

"Bengkalis segera menetapkan status siaga darurat Karhutla. Surat Keputusan (SK) penetapan status tersebut saat ini sedang dalam proses penyelesaian," ujar Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Ghafur, Senin (2/2/2026).

Jim menjelaskan bahwa Bengkalis menjadi daerah pertama di Riau yang secara resmi memulai prosedur penetapan status siaga ini. Sementara itu, wilayah lain masih melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi lahan masing-masing.

Penetapan status di tingkat daerah ini sangat krusial bagi kebijakan tingkat provinsi. Sesuai aturan, Pemerintah Provinsi Riau baru bisa menetapkan status siaga darurat jika minimal terdapat tiga kabupaten atau kota yang sudah menetapkan status serupa.

"Oleh karena itu, kami terus mendorong daerah-daerah yang rawan atau sudah mengalami Karhutla agar mempertimbangkan penetapan status siaga, terutama jika potensi kebakaran semakin meningkat," urainya.

Hingga akhir Februari, Riau sebenarnya masih berada dalam status bencana hidrometeorologi karena cuaca yang dinamis.

Menurut Jim, Riau memiliki dua periode musim panas dalam setahun, dan kondisi saat ini merupakan tahap awal dari siklus tersebut.

Pihak BPBD juga terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau peralihan cuaca. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari tindakan ceroboh yang bisa memicu munculnya api di lahan gambut yang mudah terbakar.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan dan selalu waspada. Hal-hal kecil seperti puntung rokok yang masih menyala harus dipastikan benar-benar padam sebelum dibuang," pesannya.( *) 
 

Terkini