Balochistan, sorotkabar.com - Kelompok separatis melancarkan serangan terkoordinasi di seluruh provinsi Balochistan, Pakistan. Serangan itu menewaskan sedikitnya 15 personel keamanan dan 18 warga sipil.
Dilansir AFP, Minggu (1/2/2026), kekerasan terbaru itu terjadi di wilayah barat daya yang dilanda pemberontakan tersebut pada Sabtu (31/1). Para pejabat mengatakan 92 militan termasuk 'tiga pelaku bom bunuh diri' juga tewas.
Pakistan telah memerangi pemberontakan separatis di Balochistan selama beberapa dekade. Kelompok itu sering melakukan serangan terhadap pasukan keamanan, warga negara asing, dan warga nonlokal di provinsi kaya mineral yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran itu.
Sayap media militer mengatakan serangan telah terjadi di beberapa lokasi termasuk ibu kota provinsi Quetta dan Gwadar.
"Delapan belas warga sipil yang tidak bersalah dan 15 personel keamanan tewas," kata sayap media militer (ISPR) dalam sebuah pernyataan. Jumlah korban tewas di antara para militan mencapai 92 orang.
Kelompok separatis Baloch sebelumnya telah menargetkan warga sipil yang diyakini telah berkolaborasi dengan badan-badan negara. Seorang pejabat militer senior di Islamabad mengatakan serangan itu 'terkoordinasi tetapi dieksekusi dengan buruk'.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, memuji pasukan keamanan karena 'menggagalkan' serangan tersebut.
"Kami akan melanjutkan perang melawan terorisme sampai benar-benar diberantas," katanya dalam sebuah pernyataan, di mana dia menuduh India mendukung kelompok separatis.
Para pejabat polisi di empat distrik sebelumnya mengatakan bahwa serangan tersebut belum sepenuhnya terkendali. Di Quetta, ibu kota provinsi Balochistan, jurnalis AFP mendengar beberapa ledakan saat pengamanan ketat dikerahkan di seluruh kota.
Seorang pejabat senior di Quetta mengatakan kepada AFP bahwa militan telah menculik seorang wakil komisaris distrik.
Seorang pejabat pemerintah senior di distrik lain mengatakan militan telah membebaskan setidaknya 30 narapidana dari penjara distrik, menyita senjata api dan amunisi. Mereka juga menyerang kantor polisi dan membawa amunisi bersama mereka.
Layanan telepon seluler terganggu dan lalu lintas terputus di distrik-distrik yang terkena dampak. Sementara, layanan kereta api telah ditangguhkan di seluruh provinsi.
Tentara Pembebasan Baloch (BLA), kelompok separatis militan paling aktif di provinsi tersebut, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dalam sebuah pernyataan. Kelompok tersebut mengatakan telah menargetkan instalasi militer dan pejabat polisi serta administrasi sipil dalam serangan senjata dan bom bunuh diri.
Mereka mengatakan jalan raya utama diblokir untuk mengganggu operasi militer. Mereka mengklaim beberapa wanita terlibat dalam serangan tersebut.
Serangan itu terjadi sehari setelah militer mengatakan telah menewaskan 41 pemberontak dalam dua operasi terpisah di provinsi tersebut.
"Selama 12 bulan terakhir, pasukan keamanan di Balochistan telah mengirim lebih dari 700 teroris ke neraka, dengan sekitar 70 teroris tewas hanya dalam dua hari terakhir.
Serangan-serangan ini tidak dapat melemahkan tekad kami melawan terorisme," kata Kepala Menteri Provinsi Balochistan, Sarfraz Bugti.
Balochistan adalah provinsi termiskin di Pakistan, meskipun memiliki banyak sumber daya alam yang belum dimanfaatkan.
Daerah ini tertinggal dari wilayah lain di negara itu dalam hal pendidikan, lapangan kerja, dan pembangunan ekonomi.
Para separatis Baloch telah meningkatkan serangan terhadap warga Pakistan dari provinsi lain yang bekerja di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Mereka juga menyerang perusahaan energi asing yang mereka yakini mengeksploitasi kekayaan wilayah tersebut.
Para separatis menyerang kereta api dengan 450 penumpang di dalamnya tahun lalu, memicu pengepungan selama dua hari yang menewaskan puluhan orang.
Pada Agustus 2024, kelompok militan itu juga meledakkan jembatan, menyerbu hotel, dan menargetkan instalasi keamanan dalam serangan di seluruh provinsi yang menewaskan puluhan orang.(*)