Pemprov Masih Terima Dividen, PKS Tagih Janji Pramono Jual Saham di Perusahaan Bir PT Delta Djakarta

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:24:35 WIB
Republika/Thoudy BadaiIlustrasi minuman keras (miras).

Jakarta,sorotkabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta masih tercatat memiliki saham sebesar 26,25 persen PT Delta Djakarta Tbk. Hingga saat ini, Pemprov Jakarta masih menerima dividen rata-rata puluhan miliar rupiah dari perusahaan produsen bir tersebut.

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jakarta, M Taufik Zoelkifli alias MTZ, menilai Pemprov Jakarta mesti menjual saham yang ada di PT Delta Djakarta. Pasalnya, tidak sepantasnya pemerintah memiliki saham di perusahaan bir, yang notabene banyak memberikan dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat. Menurut dia, hal itu sama saja Pemprov Jakarta ikut memproduksi sesuatu yang bisa merusak warganya sendiri.

"Walaupun secara hukum mungkin diperbolehkan, tapi kemudian secara etika, secara etika publik, itu saya kira tidak, atau kami berpendapat itu tidak bisa dibenarkan," kata dia saat rapat bersama PT Delta Djakarta di Komisi B DPRD Provinsi Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jakarta itu mengeklaim, pihaknya selalu konsisten menyuarakan agar Pemprov Jakarta melepas saham di PT Delta Djakarta. Hal itu bahkan terus disuarakan sejak Jakarta masih dipimpin Anies Baswedan.

Dalam rapat kerja itu, MTZ juga mengutip beberapa laporan mengenai bahaya minuman keras (miras). Salah satunya laporan dalam Global Status Report on Alcohol and Health yang dikeluarkan WHO. Dalam laporan itu, disebutkan bahwa alkohol itu menyebabkan 3 juta kematian per tahun secara global.

Tak hanya itu, laporan itu juga mengungkap bahwa miras berpotensi menyebabkan penyakit bagi tubuh manusia, seperti hati, kanker, gangguan mental, kecelakaan lalu lintas, kekerasan, dan lain sebagainya.

MTZ menambahkan, mengutip jurnal medis global, konsumsi alkohol sekecil apapun tetap meningkatkan risiko kesehatan. Sementara laporan World Bank menyatakan bahwa dampak alkohol terhadap produktivitas tenaga kerja dan kemiskinan, sehingga menyebabkan negara menanggung beban fiskal yang sangat besar.

"Kemudian yang lain ya kita bisa lihat ya misalnya dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan sosial, bagaimana dia meningkatkan kekerasan dalam rumah tangga juga atau kemudian menjadi hal yang memicu orang untuk berbuat kriminal dan lain-lain," kata dia.

Ia menambahkan, dalam Islam, mudharat yang dihasilkan dengan mempertahankan saham di PT Delta Djakarta akan jauh lebih besar daripada manfaatnya. Karena itu, ia menyarankan agar Pemprov Jakarta melepas saham PT Delta Djakarta. Apalagi, Gubernur Jakarta Pramono Anung pernah berjanji untuk melepas saham tersebut.

"Selain kemudian saya ingatkan bahwa gubernur pun, Gubernur Pramono ketika kampanye di tahun 2024 itu menyatakan bahwa akan menjual saham PT Delta gitu ya, akan mengurus penjualannya, tapi kemudian sekarang setelah jadi belum ada suara lagi. Walaupun pada saat itu beliau juga mengatakan bahwa itu, 'Saya serahkan kepada DPRD gitu'. Jadi penjualan, saya sedia siap, saya setuju saham dijual, tapi disampaikan kepada DPRD," kata dia.

Dalam laporannya, PT Delta Djakarta memberikan dividen sebesar Rp 36,154 miliar ke Pemprov Jakarta pada 2024. Angka itu mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu Rp 59,066 miliar pada 2023, Rp 68,315 miliar pada 2022, dan 63,060 miliar pada 2021.

Janji Pramono

Saat bertemu dengan Anies di Lebak Bulus, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2024) atau pada masa kampanye Pilgub Jakarta 2024, Pramono mengaku melakukan banyak diskusi. Salah satu bahan diskusi itu adalah terkait cita-cita Anies untuk menjual saham Pemprov Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk.

Pramono mengaku telah berdiskusi dengan Anies terkait ide untu menjual saham Pemprov DKI di perusahaan bir tersebut. Menurut dia, saat ini keputusan terkait keterkaitkan Pemprov Jakarta dan PT Delta Djakarta berada di tangan dewan.

"Jadi keputusannya sekarang di DPRD. Kalau saya nanti jadi gubernur yang saya kejar-kejar DPRD-nya kapan untuk segera dikeluarkan agar segera diperdakan," kata mantan sekjen DPP PDIP tersebut di Jakarta, Rabu (20/11/2024).

Wacana untuk menjual saham milik Pemprov Jakarta di PT Delta Djakarta merupakan janji kampanye Anies bersama Sandiaga Salahuddin Uno pada Pilgub Jakarta 2017. Namun, hal itu tak kunjung terlaksana selama lima tahun Anies menjabat sebagai gubernur Jakarta.

Akar masalahnya adalah Anies mengaku terhalang perizinan DPRD Jakarta. Ketua DPRD Jakarta periode 2014-2024 Prasetyo Edi Marsudi selalu menolak penjualan saham bir milik pemprov. Prasetyo adalah Ketua Harian Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno.

Adapun PT Delta Djakarta merupakan perusahaan yang memproduksi minuman keras merek Anker. Di perusahaan itu, Pemprov Jakarta memiliki kepemilikan 26,25 persen dan mendapatkan dividen Rp 59 miliar pada Mei 2024.

Pramono pun menegaskan komitmennya untuk menjual saham PT Delta Djakarta. Dia merasa tidak ada gunanya Pemprov Jakarta memiliki saham bir. "Ya dijual aja, ngapain," kata mantan sekretaris kabinet (seskab) era Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.(*) 
 

Terkini