Bengkalis,sorotkabar.com - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis kembali menggencarkan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi hewan ternak sebagai langkah pencegahan menjelang meningkatnya lalu lintas ternak, terutama menghadapi momen kurban.
Tahun 2026 ini, Kabupaten Bengkalis akan menerima sebanyak 2.500 dosis vaksin PMK yang dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan mulai Februari mendatang dan akan diprioritaskan untuk ternak sapi dan kerbau.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Peternakan DTPHP Bengkalis, Suhairi, S.P melalui Pejabat Fungsional Veteriner drh M. H. Mardani, Senin (26/1/26).
“Tahun ini kita mendapat alokasi 2.500 dosis vaksin dari Provinsi Riau untuk Bengkalis. Vaksinasi akan kita mulai pada Februari dan diprioritaskan untuk sapi dan kerbau,” ujar Mardani.
Mardani menjelaskan, hingga sepanjang tahun 2025 sampai awal 2026, tidak ditemukan kasus PMK pada hewan ternak di wilayah Bengkalis. Meski demikian, upaya pencegahan tetap digencarkan melalui vaksinasi rutin.
Pada tahun 2025 lalu, DTPHP Bengkalis telah melakukan vaksinasi PMK terhadap 2.591 ekor hewan ternak, yang terdiri dari 1.798 ekor sapi, 342 ekor babi, dan 481 ekor kambing.
“Walaupun kasus PMK tidak ditemukan, vaksinasi tetap harus berjalan. Ini bagian dari upaya perlindungan jangka panjang terhadap ternak masyarakat,” jelasnya.
Vaksinasi tahun ini juga akan difokuskan pada hewan ternak yang sebelumnya telah menerima vaksin, mengingat perlindungan optimal terhadap PMK memerlukan minimal tiga kali suntikan vaksin.
“Hewan yang sudah pernah divaksin akan kita lanjutkan vaksinasinya. Ini penting agar kekebalan tubuh ternak benar-benar terbentuk dan menjadi pelindung utama dari PMK,” tambah pria yang akrab disapa Hani itu.
DTPHP Bengkalis juga mengimbau para peternak agar aktif membawa ternaknya ke fasilitas kesehatan hewan di masing-masing kecamatan untuk mengikuti program vaksinasi, terutama karena aktivitas lalu lintas ternak mulai meningkat menjelang musim kurban.
“Saat ini pergerakan ternak sudah mulai terjadi. Maka vaksinasi sangat penting sebagai langkah pencegahan agar sapi dan kerbau tidak tertular PMK,” tegasnya.
Saat ini, vaksin masih menunggu pendistribusian dari Pemerintah Provinsi Riau. Setelah vaksin diterima, DTPHP Bengkalis akan segera menyalurkannya ke seluruh kecamatan untuk pelaksanaan vaksinasi secara serentak. “Begitu vaksin tersedia dari provinsi, langsung kita distribusikan ke kecamatan. Target kita, pelaksanaan vaksinasi mulai Februari ini,” pungkas Mardani.
Dengan langkah antisipatif tersebut, DTPHP Bengkalis berharap kesehatan hewan ternak tetap terjaga dan sektor peternakan masyarakat tetap aman dari ancaman wabah PMK.(*)