Pemerintah Modernisasi Industri Kulit Garut agar Setara Italia

Minggu, 18 Januari 2026 | 22:55:05 WIB
Ilustrasi tas dari bahan kulit. (Beritasatu.com/Nadia Felicia)

Bandung,sorotkabar.com - Pemerintah menegaskan komitmen untuk memodernisasi industri kulit Garut melalui dukungan teknologi pengolahan limbah serta pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Langkah ini ditempuh untuk menjaga kualitas industri kulit Garut agar mampu bersaing dan setara dengan standar Italia.

Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono mengatakan, intervensi pemerintah diperlukan seiring keberhasilan sentra UMKM Piazza Firenze yang mampu mengangkat kualitas kulit lokal ke level internasional, meski masih dihadapkan pada persoalan klasik industri penyamakan, yakni pengelolaan limbah

“Selain membantu pengadaan mesin pengolahan limbah, kami juga mendorong koperasi untuk memodernisasi mesin penyamakan kulit, dengan penguatan pembiayaan dana bergulir dari LPDB Koperasi,” ujar Ferry dalam keterangannya di Bandung, Sabtu (17/1/2026).7

Menurut Ferry, keberhasilan Koperasi Kulit Artisan Indonesia dalam mengembangkan Piazza Firenze menjadi bukti nyata bahwa koperasi mampu beradaptasi dengan pasar modern. Kawasan tersebut menyulap sentra kulit Sukaregang menjadi destinasi wisata belanja premium dengan konsep arsitektur bernuansa Italia, dilengkapi tenant kuliner, workshop, dan pusat pelatihan.

“Keberadaan koperasi ini membuktikan para perajin kulit Garut bisa maju, modern, dan relevan dengan tren pasar melalui semangat berkoperasi,” kata Ferry.

Ia menilai, produk kulit Garut yang dibina di bawah arahan desainer Poppy Dharsono, serta didukung koperasi dan Pemerintah Kabupaten Garut, telah memiliki daya saing global.

Poppy Dharsono menyambut baik dukungan pemerintah tersebut. Ia menilai, meski peluang ekspor terbuka luas, pasar domestik tetap harus menjadi prioritas agar produk lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Oleh karena itu, Koperasi Kulit Artisan Indonesia terus melakukan pendampingan dan pelatihan bagi para perajin di Garut agar kualitas produk terus meningkat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan peningkatan kualitas tersebut tetap diimbangi dengan harga yang terjangkau bagi konsumen dalam negeri.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina menilai keberadaan Piazza Firenze telah mengubah wajah pariwisata daerah. Destinasi tersebut kini menjadi magnet wisatawan dari luar daerah, khususnya Jakarta, yang mencari produk kulit berkualitas tinggi.

“Meski baru berusia satu tahun, Piazza Firenze sudah mampu berjalan dengan baik dan menarik minat wisatawan,” ujarnya.

Putri berharap produk kulit Garut terus dikemas ke arah premium untuk melengkapi ekosistem pariwisata daerah yang tengah berkembang.

Piazza Firenze Garut merayakan hari ulang tahun pertamanya pada Kamis (15/1/202), yang turut dihadiri pengusaha Hariyadi Sukamdani serta Bupati Garut Abdusy Syakur Amin. Para pihak sepakat bahwa kolaborasi antara koperasi, swasta, dan pemerintah daerah menjadi kunci menjadikan Garut sebagai pusat kerajinan kulit berkelas internasional.(*)

Halaman :

Terkini