Pasukan AS Diduga Pakai Senjata Sonik Canggih Saat Serang Venezuela

Senin, 12 Januari 2026 | 21:21:59 WIB
Asap mengepul di bandara La Carlota setelah ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar di Karakas, Venezuela saat pasukan militer Amerika Serikat meluncurkan serangannya, Sabtu 3 Januari 2026. (AP Photo/Matias Delacroix)

Washington,sorotkabar.com – Sebuah kisah yang menjadi viral di media sosial menyebutkan pasukan Amerika Serikat (AS) diduga menggunakan senjata sonik dalam operasi militer untuk menangkap mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. 

Testimoni ini dibagikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt melalui platform X dan mengundang perhatian luas.

Menurut seorang pria yang mengaku sebagai penjaga pangkalan militer di Karakas, Venezuela dan sekaligus saksi mata penangkapan itu, sistem radar Venezuela tiba-tiba mati sesaat sebelum serangan AS dimulai. Selanjutnya muncul banyak drone yang bermunculan seiring pasukan AS yang mulai bergerak. 

"Kami sedang berjaga, tetapi tiba-tiba semua sistem radar mati. Setelah itu yang kami lihat adalah banyak drone yang terbang di atas. Pasukan itu sangat maju secara teknologi. Kami tidak tahu bagaimana harus bereaksi,” kata pria tersebut, dikutip dari Fox News, Senin (12/1/2026). 

Ia melanjutkan, pasukan AS tersebut memiliki kemampuan tempur yang jauh melampaui pasukan keamanan Venezuela.

“Mereka tidak seperti apa pun yang pernah kami lawan sebelumnya. Jumlah kami ada ratusan, tetapi tidak punya peluang. Pasukan AS menembak dengan presisi dan kecepatan yang luar biasa, rasanya setiap prajurit menembakkan 300 peluru per menit,” jelasnya. 

Pria tersebut menggambarkan pasukan AS mengerahkan semacam senjata sonik untuk melumpuhkan pasukan Venezuela, yang membuat para penjaga pangkalan militer mimisan hingga muntah darah. Ia mengklaim operasi tersebut melibatkan sekitar 20 personel pasukan AS tanpa satu pun korban di pihak AS. 

"Rasanya itu seperti gelombang suara yang sangat kuat. Tiba-tiba saya merasa kepala meledak dari dalam, lalu kami semua mulai mimisan dan beberapa bahkan muntah darah, lalu jatuh ke tanah, tidak bisa bergerak dan bahkan berdiri setelah senjata sonik itu,” kata pria yang tak disebutkan identitasnya itu. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan kepada Fox News ketika ditanya apakah unggahan yang dibagikan Leavitt di akun media sosialnya itu merupakan konfirmasi atas kebenaran klaim tersebut. Pentagon juga belum merespons pertanyaan terkait dugaan penggunaan senjata sonik atau senjata berbasis energi dalam operasi militer AS di Venezuela.(*)

Halaman :

Terkini