Kampus Berdampak: Fmipa Unri Wujudkan SDGs Melalui Kukerta 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 21:24:43 WIB
Penandatangan MoA antara Fmipa dengan BPJS Ketenagakerjaan (foto/ist)

Pekanbaru,sorotkabar.com – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Fmipa) Universitas Riau (Unri) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak.

Pada tahun 2026 ini, Fmipa Unri menurunkan 198 mahasiswa untuk melaksanakan Kukerta Berdampak Khusus di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Kukerta Berdampak Universitas Riau terdiri atas dua skema, yakni Kukerta Berdampak Reguler dan Kukerta Berdampak Khusus.

Kukerta Reguler dilaksanakan pada masa liburan semester genap dan dikoordinasikan langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unri. Sementara itu, Kukerta Berdampak Khusus dilaksanakan oleh fakultas berdasarkan kondisi akademik tertentu.

Dekan FMIPA UNRI, Prof. Dr. Syamsudhuha, M.Sc, memutuskan pelaksanaan Kukerta Berdampak Khusus pada periode Januari–Februari 2026. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi tumpang tindih jadwal Kukerta Reguler dengan kegiatan Kuliah Praktek (KP) pada tiga program studi di lingkungan Fmipa.

Pada tahun ini, peserta Kukerta Fmipa Unri terdiri atas 95 mahasiswa Program Studi Biologi, 35 mahasiswa Statistika, 58 mahasiswa Matematika, dan 10 mahasiswa Kimia. Seluruh peserta akan disebar di empat kecamatan di Kabupaten Siak, yakni Kecamatan Mempura, Siak, Bungaraya, dan Koto Gasib, yang mencakup 18 kampung/lurah.

Pelaksanaan Kukerta Berdampak Khusus ini berlangsung selama 40 hari, mulai 10 Januari hingga 18 Februari 2026. Rencananya, para mahasiswa akan disambut secara resmi oleh Bupati Siak atau yang mewakili pada 12 Januari 2026 di Kantor Bupati Siak.

Program Kukerta Berdampak merupakan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Berdampak yang diselaraskan dengan Peraturan Menteri Nomor 40 Tahun 2025 tentang Renstra Kemendiktisaintek 2025–2029 serta Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian tahun 2026.

Program ini menekankan kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Dari 17 program SDGs tersebut, terdapat tiga program wajib yang harus dilaksanakan mahasiswa Kukerta, yaitu Tanpa Kemiskinan, Pendidikan Berkualitas, dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, serta dua program pilihan lainnya sesuai kebutuhan dan potensi desa.

Pada tahun 2026 ini, Kukerta Berdampak Fmipa Unri menggandeng tiga mitra strategis, yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak. Berdasarkan kolaborasi tersebut, tema Kukerta FMIPA UNRI tahun ini adalah “Penataan Desa Cantik, Peningkatan Literasi dan Ekonomi Masyarakat menuju Indonesia Emas.”

Program Kukerta Berdampak FMIPA UNRI secara resmi dimulai melalui acara Pelepasan Mahasiswa Kukerta yang digelar pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di Auditorium FMIPA UNRI. Kegiatan ini diresmikan oleh Wakil Rektor I UNRI, Dr. Mexsasai Indra, M.H, yang ditandai dengan pemasangan selempang kepada perwakilan mahasiswa serta pemakaian jaket almamater secara serentak.

Dalam sambutannya, Dr. Mexsasai Indra menegaskan bahwa kegiatan Kukerta merupakan sarana strategis bagi mahasiswa untuk meningkatkan soft skills, kemampuan berorganisasi, serta keterampilan beradaptasi dan bersosialisasi di tengah masyarakat.

Pelaksanan kukerta berdampak khusus merupakan kebijakan diskresi agar masa studi mahasiswa tepat waktu, selanjutnya dalam arahan Menteri kemensaintekdikti yang disampaikan oleh Dr. Mexsasai bahwa universitas harus banyak melihat kondisi masyarakat dan kampus menjadi problem solver kehidupan Masyarakat.

Dr. Mexsasai menutup sambutannya dengan pesan kepada seluruh mahasiswa kukerta berdampak khusus agar menjaga diri sebaik mungkin dan dapat mendorong literasi ditingat desa tempat mahasiswa mengabdi. 

Sementara itu, Prof. Dr. Syamsudhuha menambahkan bahwa penyesuaian jadwal Kukerta ini merupakan langkah antisipatif agar kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat dapat berjalan optimal tanpa saling mengganggu. Dr. Asep Riyadi, S.Si, M.M selaku kepala BPS propinsi Riau juga turut hadir dalam acara pelepasan kukerta berdampak ini.

Dalam sambutannya pak Dr. Asep menjelaskan bahwa Kerjasama yang telah dibangun oleh Fmipa dengan BPS melalui Prodi Statistik telah mengukir prestasi di Tingkat Nasional melalui Pojok Statistik. Penataan data desa cinta statistik (desa Cantik) yang dicanangkan merupakan Quick Program BPS salah satu diimplementasikan di Siak dan telah menunjukkan hasil yang maksimal berkat dari kolaborasi yang telah dibangun ini.

Hasil survei lokasi yang dilakukan oleh Pokja sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kukerta, Dr. Zulkarnain, M.Si, bersama empat DPL lainnya pada 4–6 Januari 2026 menunjukkan bahwa para camat dan penghulu di Kabupaten Siak menyambut baik kehadiran mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI dan siap memberikan dukungan serta fasilitas yang dibutuhkan.

Momentum Kukerta Berdampak ini juga dimanfaatkan oleh pimpinan Fmipa Unri untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, serta pihak kecamatan.

Kerja sama tersebut diwujudkan dalam penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) yang berfokus pada kolaborasi peningkatan mutu pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan daerah.(*) 
 

Terkini