Jalan Nasional Siak-Tanjung Buton Masih Terendam, Warga Terpaksa Pakai Jasa Gerobak

Kamis, 25 Desember 2025 | 20:45:59 WIB
Banjir rendam jalan Siak-Tanjung Buton.(foto: int)

Siak,sorotkabar.com - Kondisi cuaca cerah dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak pada penurunan debit air banjir di Kabupaten Siak.

Meski demikian, genangan air masih menutup Jalan Nasional Lintas Siak-Tanjung Buton, tepatnya di Kecamatan Pusako, sehingga aktivitas lalu lintas belum sepenuhnya pulih.

Genangan banjir tersebut membuat kendaraan roda dua tidak dapat melintas.

Sejumlah pengendara terpaksa memanfaatkan jasa angkut sepeda motor menggunakan gerobak milik warga setempat dengan tarif Rp10 ribu per sekali jalan.

Kalaksa BPBD Siak, Novendra Kasmara mengatakan, banjir masih menghambat jalur nasional yang menjadi akses vital antarwilayah tersebut.

“Saat ini, banjir masih menggenangi Jalan Nasional Lintas Siak-Tanjung Buton di Kecamatan Pusako,” ujar Novendra.

BPBD Siak telah melakukan koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau serta perusahaan yang beroperasi di sekitar lokasi terdampak.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pembersihan kanal dan saluran air guna mengurangi potensi genangan berulang.

Menurut Novendra, berdasarkan penjelasan Bupati Siak Afni, kawasan tersebut merupakan wilayah cekungan yang rawan tergenang ketika curah hujan tinggi.

“Wilayah itu merupakan daerah cekungan, sehingga saat intensitas hujan meningkat, air mudah meluap dan menyebabkan banjir,” jelasnya.

Selain mengganggu akses transportasi, banjir juga memaksa warga di dua kecamatan mengungsi. Hingga saat ini, pengungsian tercatat berada di Kecamatan Pusako dan Kecamatan Sungai Mandau.

Di Kecamatan Pusako, tepatnya Desa Dosan, terdapat 88 jiwa yang mengungsi, terdiri dari 6 lansia, 43 orang dewasa, 24 pelajar, 12 balita, 1 ibu hamil, dan 2 bayi.

Sementara itu, di Desa Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, tercatat 12 kepala keluarga atau 43 jiwa yang masih berada di lokasi pengungsian.

Novendra optimistis para pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing apabila cuaca cerah bertahan dalam dua hari ke depan.

“Jika cuaca terus cerah, kami perkirakan pengungsi sudah bisa pulang dalam dua hari ke depan,” katanya.

BPBD Siak, lanjut Novendra, terus memantau kondisi kesehatan dan kebutuhan dasar para pengungsi, terutama ketersediaan makanan dan keamanan tempat tinggal sementara.

“Kami memastikan para pengungsi tetap sehat dan aman. Solusi terus kami upayakan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari langkah jangka pendek, BPBD bersama pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi di Kampung Mengkapan yang juga kerap dilanda banjir.

Salah satu rekomendasi utama adalah pembersihan anak sungai dan kanal menggunakan alat berat amfibi.

“Semoga cuaca terus mendukung, sehingga alat berat bisa bekerja menormalisasi kanal dan anak sungai, dan warga dapat kembali beraktivitas normal,” tutupnya.(*)
 

Terkini