FBI Selidiki Warga Afganistan yang Tembak 2 Anggota Garda Nasional

Jumat, 28 November 2025 | 21:23:47 WIB
Garda Nasional terlihat di Washington DS setelah laporan dua tentara Garda Nasional ditembak di dekat Gedung Putih, Rabu, 26 November 2025. (AP/AP)

Washington,sorotkabar.com –  FBI menggeledah sejumlah properti di negara bagian Washington dan San Diego pada Kamis (27/11/2025) sebagai bagian dari penyelidikan terorisme terhadap seorang warga negara Afganistan yang diduga menembak dua anggota Garda Nasional. Keduanya masih dalam kondisi kritis.

Direktur FBI Kash Patel mengatakan dalam konferensi pers di Washington DC, pihak penyidik menyita berbagai perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, hingga iPad dari rumah tersangka di Washington. Kerabat tersangka juga telah dimintai keterangan.

Jaksa AS untuk Washington DC, Jeanine Pirro mengidentifikasi dua anggota Garda Nasional yang terluka sebagai Sarah Beckstrom (20) dan Andrew Wolfe (24).

Menurut Pirro, tersangka menyergap kedua anggota Garda Nasional saat mereka berpatroli di dekat Gedung Putih pada Rabu (26/11/2025) sore. Berbekal senjata api Magnum 357, ia menembak salah satu anggota hingga terjatuh, lalu melepaskan beberapa tembakan lagi ke arah anggota kedua.

Jaksa Agung Pam Bondi mengatakan kepada Fox News pemerintah AS berencana mengajukan tuntutan terorisme terhadap tersangka dan meminta hukuman penjara seumur hidup.

Pirro menjelaskan, tersangka menghadapi tiga dakwaan penyerangan dengan maksud membunuh serta kepemilikan senjata api dalam aksi kekerasan. Dakwaan dapat meningkat menjadi pembunuhan tingkat pertama bila salah satu korban tidak selamat.

Ayah Beckstrom mengatakan kepada New York Times bahwa putrinya kemungkinan besar tidak akan bertahan. "Saya sedang memegang tangannya sekarang," ujar Gary Beckstrom.

Patel menggambarkan insiden tersebut sebagai tindakan terorisme yang keji, meski ia dan Pirro belum mengungkap motif penyerangan. Polisi Metropolitan Washington menilai pelaku tampaknya bertindak sendiri.

Tersangka diidentifikasi sebagai Rahmanullah Lakanwal (29), warga negara Afganistan yang tinggal di Washington bersama istri dan lima anaknya. “Dia mengendarai kendaraannya melintasi negara bagian Washington untuk datang ke ibu kota,” kata Pirro.

Lakanwal diketahui pernah bekerja dengan pasukan mitra AS selama perang Afganistan dan terhubung dengan unit lokal yang didukung CIA.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyebut Lakanwal masuk ke AS pada 2021 melalui Operasi Allies Welcome, program era Joe Biden untuk memukimkan kembali warga Afganistan yang pernah membantu AS dan khawatir akan pembalasan Taliban.

Donald Trump yang berada di Florida saat kejadian, menyebut penembakan itu sebagai tindakan kebencian dan teror.

Pirro dan Patel menuding pemerintahan Biden lalai memeriksa latar belakang Lakanwal, meski mereka tidak menunjukkan bukti spesifik.

“Orang ini dan banyak lainnya, seharusnya tidak pernah diizinkan datang ke sini,” ujar John Ratcliffe.

Seorang pejabat pemerintahan Trump mengatakan Lakanwal mengajukan suaka pada Desember 2024 dan disetujui pada 23 April 2025, tiga bulan setelah Trump menjabat. Ia juga disebut tidak memiliki catatan kriminal.

USCIS menyatakan telah menghentikan seluruh pemrosesan imigrasi terkait warga Afganistan hingga peninjauan protokol keamanan selesai.(*)

Halaman :

Terkini