Iran Dikabarkan Setuju Lepas Uranium pada Negosiasi Nuklir dengan AS

Iran Dikabarkan Setuju Lepas Uranium pada Negosiasi Nuklir dengan AS
Fasilitas nuklir Iran di Natanz. (Atomic Energy Organization of Iran via AP)

Washington,sorotkabar.com – Negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah memasuki tahap finalisasi. Salah satu poin utama dalam pembahasan tersebut berkaitan dengan program pengembangan nuklir Iran dan persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Teheran. Iran dikabarkan akhirnya setuju melepaskan persediaan uranium miliknya.

Laporan The New York Times yang dipublikasikan pada Sabtu (23/5/2026) waktu setempat menyebut Iran secara efektif telah menyetujui untuk melepaskan persediaan uranium yang diperkaya tinggi sebagai bagian dari kesepakatan awal mengakhiri konflik panas dengan AS.

Mengutip sejumlah pejabat yang mengetahui proses negosiasi tersebut, The New York Times melaporkan Washington menjadikan pelepasan stok uranium sebagai salah satu isu penting dalam kesepakatan tahap awal.

Melansir The Chosun Daily, Minggu (24/5/2026), namun detail tentang mekanisme penanganan persediaan uranium Iran disebut masih belum sepenuhnya disepakati dan diharapkan akan dibahas lebih lanjut dalam putaran negosiasi berikutnya terkait program nuklir Iran.

Masalah pengelolaan uranium yang diperkaya tinggi menjadi salah satu isu paling krusial dalam pembahasan kesepakatan damai antara AS, Israel, dan Iran sejak perang antara ketiganya meletus pada Sabtu (28/2/2026).

Iran memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya tinggi 60%, dan Trump telah menekankan AS akan mengamankan persediaan ini.  Awalnya, Iran meminta agar persoalan stok uranium yang diperkaya tinggi tidak dimasukkan dalam kesepakatan tahap pertama dan dibahas pada putaran negosiasi kedua.

Namun, permintaan itu ditolak Washington. AS melalui tim negosiasinya mengancam mereka tak segan-segan kembali meluncurkan serangan baru terhadap Iran.

“Jika kesepakatan awal tidak mencakup ketentuan tentang persediaan tersebut, kami akan meninggalkan meja negosiasi dan melanjutkan serangan operasi militer,” pesan tim negosiator AS kepada Iran melalui Pakistan sebagai mediator.

Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari The New York Times. Pemerintah Iran juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran sebagian besar telah berhasil dinegosiasikan dan kini tinggal menunggu tahap akhir.

“Sebuah kesepakatan sebagian besarnya telah dinegosiasikan, tetapi masih perlu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lain,” kata Trump melalui akun media sosial Truth Social, Sabtu (23/5/2026) waktu setempat.

Trump juga menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu bagian penting dalam kesepakatan tersebut, meski tidak merinci isi perjanjian secara lengkap.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index