Guru PAI di Sekolah Umum Merasa Dianaktirikan, Sertifikasi PPG 2025 Belum Cair

Guru PAI di Sekolah Umum Merasa Dianaktirikan, Sertifikasi PPG 2025 Belum Cair
Ilustrasi Guru PAI PPG 2025 minta Kemenag segera cairkan sertifikasi (foto/int)

Pekanbaru sorotkabar.com  Kekecewaan dirasakan sejumlah guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengajar di sekolah umum di bawah kewenangan Kementerian Agama.

Hingga Maret 2026, tunjangan sertifikasi bagi guru yang lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025 disebut belum juga dicairkan.

Salah satu guru yang menyuarakan keluhan tersebut adalah Eko Wibowo, guru PAI di SMKN 2 Pekanbaru. Ia mengaku kecewa karena hingga pertengahan Maret 2026, pencairan tunjangan sertifikasi untuk Januari, Februari, hingga Maret masih belum jelas.

Menurutnya, para guru yang telah dinyatakan lulus PPG 2025 seharusnya sudah mendapatkan kepastian pencairan tunjangan sertifikasi pada tahun 2026.

"Sampai tanggal 12 Maret 2026 sertifikasi guru PAI PPG 2025 belum cair. Ada apa dengan Kemenag RI? Kalau madrasah sudah cair dua bulan sertifikasi, kenapa kami guru PAI di sekolah seperti dianak tirikan," ujarnya.

Ia menilai pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia seharusnya telah menyiapkan anggaran dari APBN bagi guru PAI yang lulus PPG 2025, sehingga proses pencairan tunjangan dapat berjalan tepat waktu.

Eko berharap pemerintah segera mencairkan tunjangan tersebut sebelum Lebaran. Menurutnya, kabar yang beredar mengenai keterbatasan anggaran membuat para guru semakin khawatir.

"Kami memohon kepada Kemenag RI agar sertifikasi segera dicairkan sebelum Lebaran.

Sedih rasanya ketika mendengar kabar bahwa anggarannya tidak cukup. Kami bertanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi," katanya.

Eko berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Ia juga meminta agar Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia dapat mengecek langsung persoalan tersebut agar para guru yang telah lulus PPG 2025 segera mendapatkan hak mereka.

Selain mengajar, Eko juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Ia menilai kepastian pencairan sertifikasi sangat penting bagi kesejahteraan guru, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index