Tokyo,sorotkabar.com – Lebih dari 100 penerbangan di Jepang dibatalkan pada Jumat (26/6/2026) setelah dua badai tropis melanda wilayah Jepang. Situasi ini terjadi tepat satu hari setelah gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang wilayah lepas pantai timur Prefektur Iwate, Jepang, pada Kamis (25/6/2026) pagi.
Akibat cuaca buruk tersebut, Japan Airlines dan All Nippon Airways membatalkan total 120 penerbangan menuju dan dari wilayah Okinawa serta Kagoshima. Selain penerbangan komersil, dua badai ini juga menganggu sektor pertahanan.
Militer Jepang membatalkan penerbangan perdana pesawat angkut V-22 Osprey menuju Pulau Miyako yang awalnya dijadwalkan menjalani latihan gabungan bersama Amerika Serikat.
Selain mengganggu transportasi udara, cuaca ekstrem juga mendorong otoritas setempat mengeluarkan imbauan evakuasi di sejumlah daerah yang berpotensi mengalami banjir dan tanah longsor.
Mengutip Channel News Asia, Jumat (26/6/2026), Badan Meteorologi Jepang melaporkan badai tropis Mekkhala, yang sebelumnya berstatus topan, membawa angin dengan kecepatan hingga 144 kilometer per jam. Hujan lebat telah mengguyur sejumlah wilayah di Jepang bagian selatan dan barat.
Badai Mekkhala diperkirakan bergerak melintasi Pulau Kyushu dan Shikoku sepanjang akhir pekan. Pada saat yang sama, Badai tropis Higos juga bergerak di kawasan Samudra Pasifik, sehingga berpotensi berinteraksi dengan Mekkhala.
Para ahli meteorologi memperingatkan kemungkinan terjadinya fenomena Fujiwhara, yaitu kondisi ketika dua badai tropis saling berinteraksi dan dapat membuat arah pergerakan maupun kekuatan badai menjadi lebih sulit diprediksi.
Otoritas di Prefektur Kyoto juga mengimbau ribuan warganya untuk mengungsi karena meningkatnya risiko tanah longsor. Rekaman yang disiarkan stasiun televisi publik NHK memperlihatkan aliran sungai dengan arus deras di sejumlah kawasan.
Sementara itu, pemerintah daerah Kyoto dan Osaka memperingatkan permukaan air sungai terus meningkat. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir yang dapat terjadi kapan pun.
Menurut laporan Kyodo News, cuaca ekstrem juga menimbulkan gangguan pada sektor industri. Toyota menghentikan sementara operasional salah satu pabriknya di Kyushu karena akses jalan ditutup akibat hujan lebat. Nissan juga mengumumkan rencana penghentian sementara beberapa jalur produksinya.(*)