Batam,sorotkabar.com - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migran Center di Politeknik Negeri Batam (Polibatam), Senin (8/6/2026). Fasilitas ini diharapkan menjadi ekosistem terpadu untuk mencetak sekaligus menyalurkan tenaga kerja terampil Indonesia ke pasar kerja internasional.
Peresmian tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Polibatam, antara lain Direktur Polibatam Ir Bambang Hendrawan, Wakil Direktur Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Arniati, Ketua Senat Metta Santiputri, serta Kepala Pusat Karir dan Kewirausahaan Siti Noor Chayati. Hadir pula seluruh civitas akademika Polibatam serta Konsul Jenderal RI untuk Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto.
Dari pihak Kementerian P2MI, Menteri Mukhtarudin didampingi Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Pol Dwiyono, Direktur Jenderal Pemberdayaan Fachri, serta Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) Dwi Setiawan Susanto.
Dalam sambutannya, Mukhtarudin mengapresiasi capaian Polibatam yang dinilai berhasil mencetak lulusan vokasi berkualitas dengan 25 program studi yang memiliki prospek jangka panjang.
Ia menegaskan, kehadiran Migran Center merupakan bagian dari implementasi amanah Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia, sekaligus mendorong pergeseran dari sektor domestik menuju sektor formal dan profesional.
“Saat ini kita sedang mengalami bonus demografi di mana usia produktif sangat melimpah dan membutuhkan lapangan kerja. Sebaliknya, negara-negara besar di luar sana tengah menghadapi fenomena aging population sehingga mereka sangat membutuhkan suplai tenaga kerja. Ini peluang besar kita,” ujar Menteri Mukhtarudin dalam keterangan resminya, Selasa (9/6/2026).
Sebagai perguruan tinggi vokasi, Polibatam dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global.
Lulusan Polibatam disebut siap mengisi kebutuhan industri di berbagai sektor, seperti manufaktur dan elektronika, teknologi informasi, serta logistik dan perkapalan.
Mukhtarudin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam menciptakan pekerja migran yang berkualitas.
“Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri menjadi kunci utama dalam menciptakan pekerja migran yang berkualitas dan berdaya saing global,” ungkapnya.(*)