Inovasi Pengolahan Limbah Perkuat Komitmen Hijau Industri Tambang

Kamis, 11 Juni 2026 | 19:23:59 WIB
International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Indo Envirotech) 2026, Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat

Jakarta,sorotkabar.com — Berbagai perusahaan pertambangan mulai menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Inovasi berbasis ekonomi sirkular yang diterapkan di kawasan operasional tambang menjadi salah satu wujud komitmen industri terhadap praktik usaha yang berkelanjutan.

Dalam pembukaan International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Indo Envirotech) 2026, Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat mengatakan dunia usaha memiliki peran penting dalam mendorong penerapan teknologi bersih dan mempercepat ekonomi sirkular guna menjawab berbagai tantangan lingkungan hidup.

Menurut dia, teknologi dan inovasi harus menjadi bagian dari solusi nyata yang mendukung keberlanjutan sektor industri sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

"Dunia usaha memiliki peran penting dalam menerapkan teknologi bersih, meningkatkan kepatuhan lingkungan, dan mempercepat ekonomi sirkular," ujar Jumhur dalam pembukaan Indo Envirotech 2026 di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Melalui pameran, forum diskusi, coaching clinic, workshop, business matching, dan berbagai kegiatan edukatif lainnya, Indo Envirotech menjadi wadah untuk menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjawab berbagai persoalan lingkungan hidup.

Jumhur menambahkan teknologi yang dikembangkan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.

"Teknologi harus membantu industri memenuhi kewajiban lingkungannya," kata dia.

Komitmen tersebut mulai terlihat dalam berbagai program pengelolaan limbah yang dijalankan perusahaan pertambangan. Program-program itu tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, tetapi juga mendorong terciptanya nilai tambah bagi masyarakat dan ekosistem di sekitar wilayah operasional.

Salah satu contoh datang dari PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), anggota Grup MIND ID, melalui Program Bank Sampah Pintar yang mengintegrasikan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui sistem pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan yang terstruktur, sampah yang dikumpulkan masyarakat dapat dikonversi menjadi tabungan emas Logam Mulia.

Sampah organik diolah menjadi berbagai produk bernilai guna seperti kompos, kasgot, biocleaner, dan maggot. Sepanjang 2025, program tersebut mencatat serapan sekitar 63 ton sampah anorganik yang berkontribusi terhadap pengurangan limbah di lingkungan sekitar.

Inisiatif lain dijalankan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), juga anggota Grup MIND ID, melalui Program Bara Agro Sirkular yang mengoptimalkan lahan nonproduktif bekas aktivitas tambang ilegal menjadi kawasan agrikultur terpadu.

Program ini menerapkan konsep 9R dan sistem sirkular terintegrasi, di mana limbah dari satu aktivitas dimanfaatkan sebagai input bagi aktivitas lainnya. Kotoran puyuh, misalnya, diolah menjadi pupuk organik untuk perkebunan, sedangkan maggot hasil pengolahan limbah organik dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan perikanan.

Sementara itu, PT Freeport Indonesia (PTFI) mengembangkan Pusat Transformasi Bersama (PTB), yakni fasilitas pengolahan sampah berbasis daur ulang yang dibangun melalui kolaborasi dengan yayasan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan di Gresik, Jawa Timur.

Melalui program tersebut, limbah kayu dan besi dari aktivitas konstruksi smelter diolah menjadi produk seperti meja dan kursi yang kemudian disalurkan untuk mendukung program sosial, termasuk bagi anak-anak yatim dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Langkah ini membantu mengurangi limbah konstruksi yang berakhir sebagai buangan.

Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa inovasi pengolahan limbah telah menjadi bagian dari upaya industri pertambangan untuk memperkuat komitmen terhadap praktik usaha yang berkelanjutan. Pengelolaan limbah tidak hanya berperan mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.(*)

Halaman :

Terkini