Abu Dhabi, Beritasatu.com – Menteri Negara Uni Emirat Arab (UEA) Lana Nusseibeh baru-baru ini diketahui menggelar pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO), Arsenio Dominguez, untuk membahas ancaman Iran terhadap kapal dan awak kapal di Selat Hormuz serta kawasan Teluk.
Pertemuan tersebut juga membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk memulihkan keamanan dan kelancaran navigasi maritim di tengah blokade Selat Hormuz dan situasi geopolitik Timur Tengah yang masih memanas.
Dalam pembahasan itu, UEA menilai IMO berperan penting dalam memastikan akses kemanusiaan dan jalur aman bagi para pelaut yang terdampak situasi konflik di Selat Hormuz yang dipicu perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran.
IMO juga dinilai punya peran besar dalam mendukung upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dan menjaga kebebasan pelayaran di jalur strategis yang penting untuk distribusi minyak, gas, hingga pupuk dunia tersebut.
“UEA bekerja sama erat dengan mitra internasional, termasuk IMO, untuk memastikan hukum internasional ditegakkan pada saat yang penuh tantangan bagi keamanan regional dan kondisi ekonomi global,” kata Lana, dikutip dari Khaleej Times, Minggu (17/5/2026).
Lana menegaskan, tindakan yang menargetkan pelayaran komersial dan penggunaan Selat Hormuz sebagai alat tekanan ekonomi berupa pemerasan yang menjadi ancaman serius bagi stabilitas kawasan dan keamanan energi global. Menurutnya, aksi tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk pembajakan yang membahayakan keselamatan masyarakat, termasuk rakyat UEA.
Selain itu, kedua pihak juga membahas berbagai upaya internasional yang sedang dilakukan untuk mempertahankan tatanan maritim internasional yang berlandaskan hukum serta menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran dunia.
UEA menegaskan akan terus berpartisipasi aktif dalam berbagai forum multilateral guna mengatasi dampak dari tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional.
“UEA telah aktif terlibat dalam proses IMO untuk memperkuat norma-norma internasional mendasar yang berlaku di ruang laut dan telah berupaya untuk mengamankan adopsi empat resolusi IMO yang membahas Selat Hormuz,” tandas Lana.
Kementerian Luar Negeri UEA menekankan ancaman terhadap keamanan maritim dan kebebasan navigasi, pada akhirnya dapat merusak stabilitas regional maupun internasional sehingga harus segera ditangani secara tepat dan cepat.(*)