Puluhan Truk Sawit Tertahan di Pelabuhan Roro, DPRD Riau Panggil Dishub

Jumat, 03 April 2026 | 15:27:12 WIB
Antrean truk sawit masyarakat di Pelabuhan Roro Rupat menuju Dumai (Antara/HO)

PEKANBARU, sorotkabar.com - Komisi IV DPRD Riau memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau untuk membahas antrean panjang truk pengangkut sawit di Pelabuhan Roro Dumai-Rupat, Bengkalis.

Anggota Komisi IV DPRD Riau, Khairul Umam, mengatakan lebih dari 50 truk sawit milik petani tertahan di Pelabuhan Roro Dumai-Rupat sehingga masyarakat tidak bisa menjual sawit keluar dari Rupat. Hal itu terjadi karena truk angkutan sawit yang hendak menyeberang ke Dumai tidak masuk dalam prioritas selama Lebaran Idulfitri, di tambah lagi keterbatasan kapal penyeberangan di pelabuhan tersebut.

"Kita dapat laporan dari masyarakat, sehingga kita perlu membahas solusi cepat bersama Dinas Perhubungan, ini menyangkut ekonomi masyarakat. Kan kasian sudah tertahan lama, harga sawitnya turun bahkan ada yang busuk," ujar Khairul Umam di Pekanbaru, Kamis.

Ia menyebut, penumpukan truk sawit yang hendak menyeberang Dumai sudah terjadi jauh sebelum lebaran Idulfitri lalu. Namun dari keterangan Dishub, kata Khairul Umam, ternyata penumpukan truk sawit itu terjadi karena tidak masuk dalam prioritas SKB tiga menteri. Berdasarkan SKB tersebut, selama masa lebaran Idulfitri, angkutan sawit tidak masuk dalam prioritas angkutan kapal penyeberangan. Angkutan kapal akan diprioritaskan pada kebutuhan pokok seperti bahan pokok makanan dan lain-lainnya.

Akibat penumpukan itu, kata dia, harga sawit petani pun jauh turun. Bahkan harga sawit turun setengah harga dari harga normal saat ini.

"Informasinya harga sawit cuma Rp1.700 di tingkat petani, itu kan kasihan. Padahal sekarang ini harganya di atas Rp3.000," ungkapnya.

Meski begitu, Dishub menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan ada tambahan kapal yang beroperasi. Sebelumnya hanya dua kapal yang beroperasi karena satu kapal sedang menjalani docking, namun kapal tersebut dijadwalkan kembali beroperasi pada 10 April.

Khairul Umam juga menyebut kondisi antrean mulai berangsur terurai. Ia berharap penambahan kapal dapat membantu memperlancar distribusi dan memulihkan perekonomian masyarakat Rupat.

Selain itu, dalam rapat tersebut disepakati bahwa angkutan sawit dari Rupat ke Dumai perlu dipertimbangkan sebagai prioritas penyeberangan, mengingat sektor sawit menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

"Jika harga sawit turun karena penyeberangan yang terbatas, tentunya akan berdampak pada ekonomi masyarakat di sana. Oleh sebab itu, Kami pun meminta Dishub untuk mengusulkan angkutan sawit dalam prioritas penyeberangan," ungkapnya.(*)

Terkini