NASA Luncurkan Artemis II, 4 Astronot Menuju Bulan setelah 53 Tahun

Kamis, 02 April 2026 | 22:23:52 WIB
Roket bulan Artemis II milik NASA lepas landas dari Landasan Peluncuran 39-B Pusat Luar Angkasa Kennedy pada hari Rabu, 1 April 2026, di Cape Canaveral, Florida. (AP/Terry Renna)

Jakarta,sorotkabar.com - NASA resmi memulai babak baru eksplorasi antariksa melalui peluncuran Artemis II, Rabu (1/4/2026) waktu setempat atau Kamis (2/4/2026) pagi WIB, dengan mengirim empat astronot dalam perjalanan mengelilingi bulan dan kembali ke bumi.

Misi ini menjadi penerbangan manusia pertama menuju bulan dalam lebih dari 53 tahun sekaligus langkah awal menuju target pendaratan manusia di permukaan bulan dalam beberapa tahun mendatang.

Peluncuran dilakukan dari Kennedy Space Center menggunakan roket Space Launch System setinggi 32 lantai. Sebelum peluncuran malam hari, tim teknis NASA mengisi lebih dari 700.000 galon bahan bakar ke roket raksasa tersebut sejak pagi.

Empat awak yang berada dalam kapsul Orion terdiri atas komandan Reid Wiseman, pilot Victor Glover, serta dua anggota kru lain yakni Christina Koch dan Jeremy Hansen.

Sesaat sebelum lepas landas, Wiseman menyampaikan kesiapan tim. "Awak Artemis II siap untuk peluncuran. Lengkap," ujarnya setelah pemeriksaan akhir seluruh sistem.

Beberapa menit setelah roket meninggalkan landasan, kru berhasil mencapai orbit bumi. Mereka dijadwalkan mengitari bumi selama sekitar 25 jam sebelum memasuki jalur translunar menuju bulan.

Lima menit setelah berada di luar atmosfer, Wiseman kembali berbicara dari dalam kapsul dan menggambarkan target perjalanan mereka. "Kita melihat pemandangan bulan yang indah, kita menuju tepat ke sana," katanya.

Misi Artemis II tidak mencakup pendaratan di bulan. NASA menyiapkan perjalanan ini sebagai simulasi penuh sebelum misi pendaratan berikutnya. Kapsul Orion akan melintas beberapa ribu mil melewati bulan, berbalik arah dengan bantuan gravitasi bulan, lalu langsung kembali ke bumi.

Berbeda dengan Program Apollo yang mengirim astronot ke bulan antara 1968 hingga 1972, kru Artemis II mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya penerbangan bulan NASA membawa seorang perempuan, seorang astronot kulit berwarna, dan warga negara Kanada.

Pada hari keenam penerbangan, Orion diperkirakan mencapai titik terjauh sekitar 4.000 mil atau 6.400 kilometer di luar bulan. Jarak ini akan melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Apollo 13.

Apollo 13 sebelumnya mencatat jarak hampir 250.000 mil atau sekitar 400.000 kilometer dari bumi pada 1970 setelah mengalami insiden tangki oksigen yang memunculkan kalimat terkenal, "Houston, kami mengalami masalah". Dalam kondisi darurat itu, para astronot memanfaatkan gravitasi bulan untuk kembali ke bumi dengan selamat.

Dengan lintasan serupa, kru Artemis II akan menggunakan gravitasi bulan dan bumi untuk berputar pulang setelah melewati sisi belakang bulan. Setelah itu kapsul Orion dijadwalkan mendarat di laut pada hari ke-10 penerbangan, tepat sembilan hari, 1 jam, dan 46 menit setelah peluncuran.

Peluncuran Artemis II disaksikan puluhan ribu orang yang memadati area sekitar pusat peluncuran di Florida. Jalan-jalan dan pantai di sekitar lokasi juga penuh oleh warga yang ingin melihat langsung momen bersejarah tersebut, mengingatkan suasana peluncuran Apollo beberapa dekade lalu.

NASA memastikan peluncuran Artemis II tetap dilanjutkan setelah tim teknis berhasil menangani gangguan pada sistem baterai yang sempat muncul menjelang akhir hitung mundur.

Masalah tersebut terdeteksi ketika waktu peluncuran menyisakan 52 menit. Menurut laporan NASA, salah satu dari dua baterai pada sistem pembatalan peluncuran menunjukkan suhu yang tidak sesuai pembacaan normal.

Tim peluncuran segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah gangguan berasal dari sensor atau dari unit baterai itu sendiri. Setelah evaluasi dilakukan, NASA menyimpulkan persoalan tersebut diperkirakan hanya terkait instrumentasi, bukan kerusakan pada baterai utama, sehingga peluncuran mendapat persetujuan akhir.

Hitung Mundur

Sebelum keputusan diambil, tim peluncuran menegaskan hitung mundur tidak dapat dilanjutkan melewati batas 6 menit terakhir apabila keandalan sistem baterai belum dipastikan sepenuhnya.

Dalam prosedur peluncuran, NASA memang menyiapkan beberapa jeda resmi dalam hitung mundur untuk memberi ruang pemeriksaan tambahan terhadap seluruh sistem.

Penundaan pertama dijadwalkan saat hitungan mencapai 12 menit 35 detik sebelum peluncuran dan berlangsung selama 2 jam dan 45 menit. Tahap ini dilakukan sebelum proses pengisian bahan bakar utama dimulai.

Penundaan kedua dilakukan pada menit ke-40 dengan durasi 30 menit. Pada fase inilah direktur peluncuran meminta konfirmasi kesiapan seluruh tim sebelum memberikan izin melanjutkan proses.

NASA juga memiliki kewenangan menambah durasi jeda atau melakukan penghentian sementara yang tidak direncanakan apabila ditemukan gangguan teknis baru selama hitung mundur berlangsung.

Setelah menyelesaikan misi mengelilingi bulan, kapsul Orion akan kembali ke bumi dengan pola yang serupa dengan misi-misi program Apollo.

Pendaratan dijadwalkan berlangsung di Samudra Pasifik. Kapal-kapal penyelamat milik Angkatan Laut Amerika Serikat akan bersiaga di perairan lepas pantai San Diego untuk mengevakuasi kapsul setelah Orion turun menggunakan parasut.

Misi Artemis II menjadi langkah penting NASA sebelum menjalankan agenda pendaratan manusia di kawasan kutub selatan bulan dalam program lanjutan beberapa tahun mendatang.(*)

Halaman :

Terkini