Jakarta,sorotkabar.com - Pemerintah tengah menyusun strategi besar penghematan energi di sektor publik yang akan berdampak langsung pada dunia pendidikan.
Mulai April 2026, pemerintah mewacanakan penyesuaian metode pembelajaran bagi siswa, yakni dengan mengombinasikan belajar di rumah (daring) dan tatap muka (luring).
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi energi nasional. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dikutip Antara, Senin (23/3/2026) menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengurangi mobilitas dan konsumsi energi di sektor publik.
Dalam rencana tersebut, pemerintah menyepakati strategi penghematan energi lintas instansi, salah satunya melalui "penyesuaian metode pembelajaran daring dan luring sesuai karakteristik mata pelajaran.
Meski siswa akan lebih banyak belajar dari rumah, Menko Pratikno memastikan bahwa kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama. “Untuk menjaga kualitas pendidikan, kegiatan pembelajaran yang bersifat praktikum tetap diarahkan berlangsung secara tatap muka,” ujar Pratikno dalam keterangannnya pada Selasa, 17 Maret 2026 lalu.
Ia juga mengatakan wacana belajar di rumah ini juga membawa tantangan baru, terutama terkait fasilitas dan program unggulan pemerintah. Dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) tersebut, tercatat dua isu strategis yang menjadi perhatian khusus yakni akses internet dan distribusi makan bergizi gratis (MBG),
Untuk akses internet, pemerintah menyiapkan opsi skema pembiayaan alternatif guna mendukung akses internet bagi peserta didik jika pembelajaran daring diterapkan. Sementara, distribusi MBG akan mengalami penyesuaian apabila terjadi perubahan pola kehadiran siswa" di sekolah.
Menko Pratikno menekankan bahwa kebijakan ini tidak akan diambil secara serampangan. Pemerintah akan merumuskannya secara responsif dengan mempertimbangkan pengalaman pengaturan mobilitas pada masa pandemi Covid-19 yang lalu.
“Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan bagi masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah memastikan bahwa transisi menuju pola belajar ini tidak akan mengganggu proses pembelajaran.
Laporan hasil koordinasi ini segera diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai rekomendasi langkah penghematan energi yang direncanakan mulai berlaku pada April 2026.(*)