Pernyataan Prabowo soal MBG Tetap Lanjut

Senin, 23 Maret 2026 | 20:08:42 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (dok Badan Komunikasi Pemerintah RI) (Foto: dok Bakom RI)

Jakarta ,sorotkabar.com  Presiden Prabowo Subianto memastikan program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan di tengah efisiensi anggaran imbas krisis global.

Menurutnya, penghematan bisa difokuskan pada sektor lain.

Penegasan Prabowo itu disampaikan dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang ditayangkan di YouTube Prabowo Subianto pada Minggu (22/3/2026).

Prabowo awalnya ditanya mengenai keberlanjutan program MBG di tengah situasi krisis Timur Tengah, khususnya dengan mempertimbangkan analisis biaya dan manfaat (cost benefit) dari program tersebut.

Menjawab hal itu, Prabowo menegaskan akan mempertahankan program MBG demi pemenuhan gizi ke rakyat. Ia kembali menyinggung kalau dirinya banyak menemukan anak-anak stunting saat kampanye.

"Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak 'umurmu berapa?' 11 tahun. Badannya anak 4 tahun," kata Prabowo.

Ketum Gerindra ini yakin langkah yang diambilnya sudah benar. Prabowo optimis anggaran negara mampu untuk meneruskan program MBG.

"Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat," ujarnya.


Banyak Cara untuk Hemat

Ia menekankan bahwa krisis global, termasuk konflik di Timur Tengah, tidak menjadi alasan untuk menghentikan program MBG. Menurutnya, masih banyak sektor lain yang bisa dihemat tanpa harus mengorbankan program strategis tersebut.

"Jadi jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak," ucapnya.

Prabowo mengatakan program serupa kini diadopsi lebih dari 100 negara. Indonesia merupakan negara ke-77 yang memulai program tersebut.

Prabowo bahkan mengungkapkan bahwa program MBG mendapat perhatian dari lembaga internasional, termasuk Rockefeller Institute dan World Food Programme (WFP) PBB. Berdasarkan kajian mereka, setiap dolar yang diinvestasikan dalam program tersebut dapat menghasilkan manfaat berlipat, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

"Saya didatangi Rockefeller Institute dari Amerika Serikat datang ngecek kita punya SPPG dan dia datang ke saya, dia mengatakan, 'This is the best investment, Mr. President you have made the best'. Do you know why? Karena satu dolar di spend di MBG the return is between 7 and 35, in the long run 35, in the short run 7 dolar, dan ini dari Rockef Institute ya. Ini juga world food program dari PBB," ujarnya.

"Jadi this is strategic, ini untuk human capital kita ya. Jadi masih banyak penghematan lain yang real yang kita bisa lakukan. Kita sudah exercise, kita sudah melakukan penghematan di banyak bidang ya," lanjutnya.

Tindak Tegas Pelanggaran

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan. Pemerintah, kata dia, telah menindak sejumlah pelanggaran, termasuk menutup lebih dari seribu titik layanan yang tidak sesuai standar.

"Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1000 lebih yang sudah kita tutup. Iya kan?" ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti ketimpangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian besar masyarakat. Menurutnya, program MBG menjadi sangat berarti bagi kelompok yang selama ini belum menikmati pertumbuhan ekonomi secara merata, khususnya di daerah-daerah di luar Pulau Jawa yang dinilai masih sangat membutuhkan dukungan tersebut.

"Jadi saya kira we are we are strong country ya. Kita saya tidak mau nina bobo, saya tidak mau kasih bagus-bagus. Kita siap untuk yang paling... tapi rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita. Sudah terlalu lama," ujarnya.

"The top 10-20% maybe menikmati. Tapi kebanyakan kita sangat susah hidupnya selama ini. Can you imagine begitu bahagianya mereka terima? Kalau anak orang kaya yang di yang di Menteng ya dia enggak perlu ini," imbuhnya.(*) 
 

Terkini