Jakarta, sorotkabar.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengingatkan para orang tua agar memanfaatkan momentum perayaan Lebaran sebagai media pembelajaran bagi anak di luar kelas dan bukan menjadi hari libur semata.
"Jadi surat edaran kami itu tidak menggunakan istilah libur atau liburan ya, tetapi belajar di luar sekolah, sehingga mudik tentu menjadi bagian dari membangun dan memperkuat relasi dan kohesi sosial di kalangan masyarakat,” kata Mendikdasmen Mu'ti setelah membuka kegiatan Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin.
Ia mengatakan bagi para orang tua yang melakukan perjalanan mudik bersama anak-anak, kegiatan tersebut dapat menjadi media untuk membangun dan memperkuat relasi maupun kohesi sosial di kalangan anak-anak.
Selain itu, lanjutnya, kegiatan mudik juga dapat menjadi media sosialisasi sekaligus internalisasi nilai dan budaya bangsa kepada anak-anak, termasuk budaya semangat membaca maupun literasi anak-anak.
“Kami juga memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar di kampung halaman. Jadi ini yang menurut saya penting kami tekankan, sehingga mudik tidak hanya menjadi kegiatan dimana kita pulang ke kampung halaman, tapi juga media internalisasi nilai-nilai dan budaya bangsa luhur yang harus kita pertahankan dan terus kita jaga bersama-sama,” imbuhnya.
Pihaknya berharap kegiatan mudik tidak menjadi ajang flexing di kalangan anak-anak, melainkan sarana memperbaiki relasi sosial (fixing) dengan keluarga dekat maupun jauh.
“Jadi mudik tidak sekedar menjadi sarana flexing. Karena sebagian justru mudik itu pinginnya flexing saja, tapi sarannya fixing. Flexing itu tidak boleh, kalau fixing itu yang penting karena memperbaiki relasi sosial,” tegas Mu’ti.(*)