Ketua Fraksi PKB MPR Sebut Perempuan Berdaya Kunci Lindungi Anak

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:52:37 WIB
Ketua Fraksi PKB MPR Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. Foto: MPR news.detik.com

Jakarta, sorotkabar.com - Ketua Fraksi PKB Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menilai pemberdayaan perempuan menjadi langkah strategis untuk memutus rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia.

"Perempuan yang berdaya adalah kunci lahirnya keluarga yang kuat dan masyarakat yang sehat. Ketika perempuan memiliki akses pendidikan, ekonomi, dan ruang pengambilan keputusan, maka potensi kekerasan dapat ditekan secara signifikan." tegas Neng Eem dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum dialog bertajuk 'Ngobrol Penuh Inspirasi' (NGOPI) dengan tema "Memutus Rantai Kekerasan Terhadap Perempuan: Tinjauan Multisektoral, Mewujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi", yang digelar di Gedung MPR RI, Jakarta, Kamis (12/3).

Lebih lanjut, Neng Eem juga mengungkap data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia, bahwa ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi setiap tahun dengan berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, psikologis, seksual, hingga kekerasan berbasis digital.

Kondisi tersebut menunjukkan upaya pencegahan dan perlindungan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Menurut Neng Eem, negara harus hadir tidak hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui penguatan sistem sosial yang melindungi perempuan dan anak.

"Memutus mata rantai kekerasan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi semua elemen bangsa untuk menciptakan ruang yang aman bagi perempuan dan anak," lanjut Eem.

Oleh karena itu, Fraksi PKB MPR RI akan terus memperkuat nilai-nilai konstitusi yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak, melalui beberapa langkah strategis. Antara lain, penguatan kebijakan dan regulasi perlindungan perempuan dan anak, peningkatan akses pendidikan dan literasi kesetaraan gender, pemberdayaan ekonomi perempuan agar memiliki kemandirian, penguatan perlindungan berbasis keluarga dan komunitas, dan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga negara, organisasi perempuan, dan media.

Acara "Ngobrol Penuh Inspirasi" (NGOPI) kali ini juga menghadirkan narasumber dari lembaga negara, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, Komisi Penyiaran Indonesia, Fatayat NU, dan Asosiasi Pengusaha Kecil Menengah Mikro Nusantara (APIMSA).(*) 
 

Terkini