Pemerintah Revitalisasi 726 Satuan Pendidikan di Aceh

Rabu, 11 Maret 2026 | 22:54:53 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (Beritasatu.com/Wahyu Majiah)

Jakarta,sorotkabar.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil revitalisasi satuan pendidikan 2025 di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Peresmian tersebut menandai selesainya pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan pada 29 sekolah dengan total nilai bantuan sekitar Rp 36 miliar. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta kenyamanan proses pembelajaran bagi peserta didik.

Peresmian itu sekaligus menandai tuntasnya program revitalisasi satuan pendidikan 2025 di Provinsi Aceh yang menjangkau 726 satuan pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp 688,2 miliar. Program tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan menengah, hingga pendidikan nonformal.

“Dengan revitalisasi tersebut maka pemerintah dapat memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali pulih dan berjalan secara optimal di wilayah yang terdampak bencana,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/3/2026).

Abdul Mu’ti mengatakan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Bireuen berhasil membangkitkan semangat belajar murid dan guru karena meningkatkan kenyamanan saat kegiatan belajar mengajar.

Untuk program revitalisasi satuan pendidikan 2026 di Kabupaten Bireuen, tercatat 116 sekolah terdampak bencana telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan total nilai bantuan mencapai Rp 167,4 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 86 sekolah akan dikerjakan secara swakelola oleh sekolah, sementara 30 sekolah lainnya dilaksanakan oleh TNI AD.

“Hari ini kita akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan di TK Negeri Muhajidin yang mendapatkan bantuan revitalisasi untuk tahun 2026.

Ini merupakan realisasi dari revitalisasi tahun 2026 yang alhamdulillah sebagian sudah kita tetapkan dan sudah bisa dimulai pembangunannya,” katanya.

Menurut Mendikdasmen, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan melalui program revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana membangun generasi Indonesia yang unggul melalui pemenuhan sarana dan prasarana.

“Membangun gedung tidaklah sekadar mendirikan tembok yang tinggi, tetapi membangun fondasi yang kokoh dalam rangka membangun anak-anak Indonesia yang cerdas dan berkarakter,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga berpesan kepada seluruh penerima manfaat agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan serta dirawat dengan baik. Ia menekankan bahwa sarana pendidikan yang dibangun melalui program revitalisasi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Salah satu penerima manfaat revitalisasi, Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 1 Peusangan Selatan Leni, menyampaikan program revitalisasi memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan dan keamanan proses pembelajaran di sekolahnya.

Menurutnya, kondisi ruang kelas yang sebelumnya kurang layak kini jauh lebih baik sehingga siswa dapat belajar dengan lebih fokus dan nyaman.

“Siswa dapat belajar dengan lebih fokus, mendorong motivasi dan semangat belajarnya karena ruang kelas tidak lagi bocor, plafon yang layak, pintu dan jendela yang kokoh, serta fasilitas perpustakaan dan laboratorium komputer yang lebih baik sehingga siswa betah untuk menambah ilmu pengetahuan dan teknologinya,” ungkap Leni.(*) 
 

Terkini